MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 30 April 2017 09:26
Kala Tarian Kalteng Melanglang ke Benua Eropa
Dari kanan-Henny, Nana, Tris, dan Maria saat mewakili Kalteng di Festival Floriade Venloo di Belanda 2012 silam. (NANA MARINI FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kalimantan Tengah sangat kaya akan kebudayaan dan kesenian. Termasuk seni tari yang tak pernah pudar zaman. Bahkan kini sudah dikenal di dunia nasional dan internasional. Salah satunya pelaku seni Nana Marini yang pernah membawakan tarian Kalteng di negeri orang.

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

Usianya masih 44 tahun. Tidak terlalu tua. Kurang pas juga kalau dibilang masih muda. Tetapi, pengalamannya sebagai pelaku seni tari sudah seabrek. Wanita kelahiran Mandomai, Kapuas itu menjadi orang yang beruntung karena terlibat dalam tim kesenian Kalteng yang pertama kalinya merambah dunia internasional.

Dia berhasil lolos seleksi yang dilakukan pihak Pemerintah Provinsi Kalteng. Saat itu penggiatnya adalah Gubernur Kalteng, Soeparmanto (almarhum), yang peduli dengan budaya Kalteng. Di bergabung dengan teman-teman dari sanggar tari lainnya yang lolos. Di antaranya yang masih diingat adalah Ina Prayawaty, Chartina Pidjat, Yuly Ruthena, Ida Romsah, Fitria Carolina, Madya Raramitha, Gracelin Sinaga, Aldy Gandrung, Restono dan alm Gani T Andin selaku pelatih.

“Sisanya saya lupa,” ucapnya.

Lalu, para pelaku seni itu pun mengibarkan sayapnya di event besar di negeri Matador, Spanyol. Yakni Expo Sevilla. Awal yang bagus untuk mempromosikan kebudayaan Kalteng dan Indonesia pada umumnya.

Di sana, menari sebulan penuh menyuguhkan berbagai jenis tarian Kalteng, seperti di antaranya tari Dadas, tari Mandau Bawi,  tari Bawi Kuwu, tari Deder dan tari Kanjan Halu. Tak ada kata-kata lain yang terucap, selain kata bangga. Bangga dengan tarian Kalteng bisa ditonton ratusan bahkan ribuan pengunjung.

“Kita menari selama satu bulan penuh dan hanya libur dua hari. Melelahkan, tapi kita melakukannya dengan senang hati karena kita bisa menampilkan kesenian dan budaya kita di negeri orang,” katanya dengan mimik wajah yang menunjukkan ekspresi kebanggaan.

Tarian Kalteng terus dikenal di dunia luar. Kembali unjuk aksi di beberapa acara di negara asing, seperti USA, New Zealand, Inggris, Hungaria, Belgia, Belanda dan negara di benua eropa lainnya. Di antaranya adalah hadir di Tournament of Roses d Pasadena USA 1994 dan Festival Floriade Venloo, Belanda.

“Dari sejumlah pengalaman yang berkesan itu, lebih paling berkesan yaitu bisa tampil di hadapan Presiden RI, Soeharto di Istana Merdeka,” ungkap ibu dari tiga orang anak laki-laki ini.

Mulai dari itu, sanggar-sanggar tari yang awalnya bisa dihitung dengan jari, mulai bermunculan. Semua mempunyai satu tujuan. Mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dan kesenian Kalteng. Begitu banyak anak-anak muda mencintai kesenian dan budayanya sendiri.

Di era saat ini, dia selaku pelaku seni berharap anak-anak muda Dayak tidak meninggalkan keaslian tari-tarian daerah. Pelaku seni bisa terus menggali dengan tidak meninggalkan keasliannya.

“Saya sendiri terkadang terharu kalau lihat anak-anak kecil sudah bisa menari,”pungkasnya.(*/nto)


BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .