MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 30 April 2017 09:26
Kala Tarian Kalteng Melanglang ke Benua Eropa
Dari kanan-Henny, Nana, Tris, dan Maria saat mewakili Kalteng di Festival Floriade Venloo di Belanda 2012 silam. (NANA MARINI FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kalimantan Tengah sangat kaya akan kebudayaan dan kesenian. Termasuk seni tari yang tak pernah pudar zaman. Bahkan kini sudah dikenal di dunia nasional dan internasional. Salah satunya pelaku seni Nana Marini yang pernah membawakan tarian Kalteng di negeri orang.

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

Usianya masih 44 tahun. Tidak terlalu tua. Kurang pas juga kalau dibilang masih muda. Tetapi, pengalamannya sebagai pelaku seni tari sudah seabrek. Wanita kelahiran Mandomai, Kapuas itu menjadi orang yang beruntung karena terlibat dalam tim kesenian Kalteng yang pertama kalinya merambah dunia internasional.

Dia berhasil lolos seleksi yang dilakukan pihak Pemerintah Provinsi Kalteng. Saat itu penggiatnya adalah Gubernur Kalteng, Soeparmanto (almarhum), yang peduli dengan budaya Kalteng. Di bergabung dengan teman-teman dari sanggar tari lainnya yang lolos. Di antaranya yang masih diingat adalah Ina Prayawaty, Chartina Pidjat, Yuly Ruthena, Ida Romsah, Fitria Carolina, Madya Raramitha, Gracelin Sinaga, Aldy Gandrung, Restono dan alm Gani T Andin selaku pelatih.

“Sisanya saya lupa,” ucapnya.

Lalu, para pelaku seni itu pun mengibarkan sayapnya di event besar di negeri Matador, Spanyol. Yakni Expo Sevilla. Awal yang bagus untuk mempromosikan kebudayaan Kalteng dan Indonesia pada umumnya.

Di sana, menari sebulan penuh menyuguhkan berbagai jenis tarian Kalteng, seperti di antaranya tari Dadas, tari Mandau Bawi,  tari Bawi Kuwu, tari Deder dan tari Kanjan Halu. Tak ada kata-kata lain yang terucap, selain kata bangga. Bangga dengan tarian Kalteng bisa ditonton ratusan bahkan ribuan pengunjung.

“Kita menari selama satu bulan penuh dan hanya libur dua hari. Melelahkan, tapi kita melakukannya dengan senang hati karena kita bisa menampilkan kesenian dan budaya kita di negeri orang,” katanya dengan mimik wajah yang menunjukkan ekspresi kebanggaan.

Tarian Kalteng terus dikenal di dunia luar. Kembali unjuk aksi di beberapa acara di negara asing, seperti USA, New Zealand, Inggris, Hungaria, Belgia, Belanda dan negara di benua eropa lainnya. Di antaranya adalah hadir di Tournament of Roses d Pasadena USA 1994 dan Festival Floriade Venloo, Belanda.

“Dari sejumlah pengalaman yang berkesan itu, lebih paling berkesan yaitu bisa tampil di hadapan Presiden RI, Soeharto di Istana Merdeka,” ungkap ibu dari tiga orang anak laki-laki ini.

Mulai dari itu, sanggar-sanggar tari yang awalnya bisa dihitung dengan jari, mulai bermunculan. Semua mempunyai satu tujuan. Mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dan kesenian Kalteng. Begitu banyak anak-anak muda mencintai kesenian dan budayanya sendiri.

Di era saat ini, dia selaku pelaku seni berharap anak-anak muda Dayak tidak meninggalkan keaslian tari-tarian daerah. Pelaku seni bisa terus menggali dengan tidak meninggalkan keasliannya.

“Saya sendiri terkadang terharu kalau lihat anak-anak kecil sudah bisa menari,”pungkasnya.(*/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .