MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 30 April 2017 09:26
Kala Tarian Kalteng Melanglang ke Benua Eropa
Dari kanan-Henny, Nana, Tris, dan Maria saat mewakili Kalteng di Festival Floriade Venloo di Belanda 2012 silam. (NANA MARINI FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kalimantan Tengah sangat kaya akan kebudayaan dan kesenian. Termasuk seni tari yang tak pernah pudar zaman. Bahkan kini sudah dikenal di dunia nasional dan internasional. Salah satunya pelaku seni Nana Marini yang pernah membawakan tarian Kalteng di negeri orang.

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

Usianya masih 44 tahun. Tidak terlalu tua. Kurang pas juga kalau dibilang masih muda. Tetapi, pengalamannya sebagai pelaku seni tari sudah seabrek. Wanita kelahiran Mandomai, Kapuas itu menjadi orang yang beruntung karena terlibat dalam tim kesenian Kalteng yang pertama kalinya merambah dunia internasional.

Dia berhasil lolos seleksi yang dilakukan pihak Pemerintah Provinsi Kalteng. Saat itu penggiatnya adalah Gubernur Kalteng, Soeparmanto (almarhum), yang peduli dengan budaya Kalteng. Di bergabung dengan teman-teman dari sanggar tari lainnya yang lolos. Di antaranya yang masih diingat adalah Ina Prayawaty, Chartina Pidjat, Yuly Ruthena, Ida Romsah, Fitria Carolina, Madya Raramitha, Gracelin Sinaga, Aldy Gandrung, Restono dan alm Gani T Andin selaku pelatih.

“Sisanya saya lupa,” ucapnya.

Lalu, para pelaku seni itu pun mengibarkan sayapnya di event besar di negeri Matador, Spanyol. Yakni Expo Sevilla. Awal yang bagus untuk mempromosikan kebudayaan Kalteng dan Indonesia pada umumnya.

Di sana, menari sebulan penuh menyuguhkan berbagai jenis tarian Kalteng, seperti di antaranya tari Dadas, tari Mandau Bawi,  tari Bawi Kuwu, tari Deder dan tari Kanjan Halu. Tak ada kata-kata lain yang terucap, selain kata bangga. Bangga dengan tarian Kalteng bisa ditonton ratusan bahkan ribuan pengunjung.

“Kita menari selama satu bulan penuh dan hanya libur dua hari. Melelahkan, tapi kita melakukannya dengan senang hati karena kita bisa menampilkan kesenian dan budaya kita di negeri orang,” katanya dengan mimik wajah yang menunjukkan ekspresi kebanggaan.

Tarian Kalteng terus dikenal di dunia luar. Kembali unjuk aksi di beberapa acara di negara asing, seperti USA, New Zealand, Inggris, Hungaria, Belgia, Belanda dan negara di benua eropa lainnya. Di antaranya adalah hadir di Tournament of Roses d Pasadena USA 1994 dan Festival Floriade Venloo, Belanda.

“Dari sejumlah pengalaman yang berkesan itu, lebih paling berkesan yaitu bisa tampil di hadapan Presiden RI, Soeharto di Istana Merdeka,” ungkap ibu dari tiga orang anak laki-laki ini.

Mulai dari itu, sanggar-sanggar tari yang awalnya bisa dihitung dengan jari, mulai bermunculan. Semua mempunyai satu tujuan. Mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dan kesenian Kalteng. Begitu banyak anak-anak muda mencintai kesenian dan budayanya sendiri.

Di era saat ini, dia selaku pelaku seni berharap anak-anak muda Dayak tidak meninggalkan keaslian tari-tarian daerah. Pelaku seni bisa terus menggali dengan tidak meninggalkan keasliannya.

“Saya sendiri terkadang terharu kalau lihat anak-anak kecil sudah bisa menari,”pungkasnya.(*/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:50
Mengintip “Mobil Goyang” di Kawasan Sport Center

Pasangan Mesum Kepergok, Ceweknya Istri ASN, Cowoknya Sopir Travel

Keberadaan mobil yang terparkir di kawasan Sport Center Pangkalan Bun, tampaknya membuat aparat penegak…

Kamis, 05 Oktober 2017 06:41
Cara Kodim 1015 Sampit Memperingati Hari Jadi

Dandim Kunjungi Bocah Lumpuh dan Berikan Santunan

Berbagai kegiatan sosial dilaksanakan Kodim 1015 Sampit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72,…

Sabtu, 23 September 2017 07:48
Kesan Armada Band Manggung Pertama di Lamandau

Lantunkan 10 Lagu, Takjub Lihat Antusias Penonton

Kehadiran grup band Armada di Bumi Bahaum Bakuba Kabupaten Lamandau dalam memeriahkan Pesta Paduan Suara…

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .