MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 30 April 2017 09:26
Kala Tarian Kalteng Melanglang ke Benua Eropa
Dari kanan-Henny, Nana, Tris, dan Maria saat mewakili Kalteng di Festival Floriade Venloo di Belanda 2012 silam. (NANA MARINI FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kalimantan Tengah sangat kaya akan kebudayaan dan kesenian. Termasuk seni tari yang tak pernah pudar zaman. Bahkan kini sudah dikenal di dunia nasional dan internasional. Salah satunya pelaku seni Nana Marini yang pernah membawakan tarian Kalteng di negeri orang.

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

Usianya masih 44 tahun. Tidak terlalu tua. Kurang pas juga kalau dibilang masih muda. Tetapi, pengalamannya sebagai pelaku seni tari sudah seabrek. Wanita kelahiran Mandomai, Kapuas itu menjadi orang yang beruntung karena terlibat dalam tim kesenian Kalteng yang pertama kalinya merambah dunia internasional.

Dia berhasil lolos seleksi yang dilakukan pihak Pemerintah Provinsi Kalteng. Saat itu penggiatnya adalah Gubernur Kalteng, Soeparmanto (almarhum), yang peduli dengan budaya Kalteng. Di bergabung dengan teman-teman dari sanggar tari lainnya yang lolos. Di antaranya yang masih diingat adalah Ina Prayawaty, Chartina Pidjat, Yuly Ruthena, Ida Romsah, Fitria Carolina, Madya Raramitha, Gracelin Sinaga, Aldy Gandrung, Restono dan alm Gani T Andin selaku pelatih.

“Sisanya saya lupa,” ucapnya.

Lalu, para pelaku seni itu pun mengibarkan sayapnya di event besar di negeri Matador, Spanyol. Yakni Expo Sevilla. Awal yang bagus untuk mempromosikan kebudayaan Kalteng dan Indonesia pada umumnya.

Di sana, menari sebulan penuh menyuguhkan berbagai jenis tarian Kalteng, seperti di antaranya tari Dadas, tari Mandau Bawi,  tari Bawi Kuwu, tari Deder dan tari Kanjan Halu. Tak ada kata-kata lain yang terucap, selain kata bangga. Bangga dengan tarian Kalteng bisa ditonton ratusan bahkan ribuan pengunjung.

“Kita menari selama satu bulan penuh dan hanya libur dua hari. Melelahkan, tapi kita melakukannya dengan senang hati karena kita bisa menampilkan kesenian dan budaya kita di negeri orang,” katanya dengan mimik wajah yang menunjukkan ekspresi kebanggaan.

Tarian Kalteng terus dikenal di dunia luar. Kembali unjuk aksi di beberapa acara di negara asing, seperti USA, New Zealand, Inggris, Hungaria, Belgia, Belanda dan negara di benua eropa lainnya. Di antaranya adalah hadir di Tournament of Roses d Pasadena USA 1994 dan Festival Floriade Venloo, Belanda.

“Dari sejumlah pengalaman yang berkesan itu, lebih paling berkesan yaitu bisa tampil di hadapan Presiden RI, Soeharto di Istana Merdeka,” ungkap ibu dari tiga orang anak laki-laki ini.

Mulai dari itu, sanggar-sanggar tari yang awalnya bisa dihitung dengan jari, mulai bermunculan. Semua mempunyai satu tujuan. Mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dan kesenian Kalteng. Begitu banyak anak-anak muda mencintai kesenian dan budayanya sendiri.

Di era saat ini, dia selaku pelaku seni berharap anak-anak muda Dayak tidak meninggalkan keaslian tari-tarian daerah. Pelaku seni bisa terus menggali dengan tidak meninggalkan keasliannya.

“Saya sendiri terkadang terharu kalau lihat anak-anak kecil sudah bisa menari,”pungkasnya.(*/nto)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .