MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 20 April 2017 23:25
Melihat Rangkaian Seleksi Penerimaan Calon Anggota Polri di Polda Kalteng
Bebas Korupsi, Kolusi, Konspirasi dan Nepotisme
Kapolda Kalteng, Brigjen Pol Anang Revandoko saat melihat proses seleksi di Aula Gedung Graha Bhayangkara, Rabu (19/4). (POLDA KALTENG FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Setiap orang berhak bermimpi. Apalagi, mimpi untuk mengabdikan diri bagi kemajuan bangsa dan negara. Merupakan suatu mimpi yang harus terus diusahakan agar tercapai.

JAMIL JANUANSYAH, Palangka Raya

SEBANYAK 1.456 pemuda-pemudi mencoba peruntungan untuk menjadi anggota Polri. Mereka datang dari 14 kabupaten/kota se Kalimantan Tengah.

Sudah tiga hari lalu, Gedung Graha Bhayangkara Polda Kalteng dipadati remaja pilihan setelan baju warna putih dan celana warna hitam serta lengkap dengan atribut kartu identitas.

Gaya rambut cepak bagi laki-laki, dan gaya rambut bob bagi perempuan serta ada juga beberapa perempuan berhijab. Satu demi satu para peserta memasuki Aula Gedung. Tahun ini, ada yang berbeda. Polri memberlakukan absensi dengan sistem fingerprint bagi setiap peserta.

Sesuai dengan spanduk ucapan selamat datang dan baliho kecil, yang terpasang di dekat gedung Graha Bhayangkara. Tulisan professional, modern, dan terpercaya (Promoter). Clean and Clear. Serta, bebas korupsi, kolusi, konspirasi dan nepotisme (K3N). Polri tidak ingin adanya tendensi dan persepsi negatif pelaksanaan penerimaan ini.

“Selain panitia dan juga peserta. Tidak ada yang boleh memasuki ruangan. Bahkan, kartu identitas itu, ada call center kami. Jika selain nomor itu yang menghubungi, itu berarti calo,” ujar Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko melalui Karo SDM Kombes Pol M Agus Fajar, Rabu (19/4).

Setelah memasuki ruangan, para peserta yang akan mengikuti rangkaian seleksi administratif. Akan berhadapan dengan lima tahapan. Tahapan pertama, mereka akan melakukan pengukuran tinggi badan. Kedua pemeriksaan ijazah, untuk memastikan jika ijazah peserta adalah ijazah yang legal. Baik untuk ijazah dari SD hingga SLTA. Ketiga, memastikan kependudukan. Jika untuk ijazah pihak Polda menggandeng Disdik Provinsi Kalteng, untuk urusan kependudukan ini, pihaknya menggandeng Disdukcapil Kota Palangka Raya.

Keempat, adalah untuk mengecek usia dan lainnya. Terakhir, pengambilan nomor urut. Rangkaian tahapan ini dilalui oleh setidaknya 56 peserta calon Akpol, 1264 calon Bintara, dan 136 calon Tamtama.

“Proses seleksi dimulai dari 17 April sampai 9 Agustus 2017 ini,” terang Agus.

Tanpa terasa, semenjak pagi beraktivitas mengikuti agenda seleksi. Sebelum adzan dzuhur berkumandang, panitia memberlakukan waktu istirahat. Barisan, para pedagang yang sudah menunggu dengan sabar, bersiap-siap menghadapi serbuan peserta. Mereka memadati jalan masuk ke area gedung Graha. Menjajakan berbagai makanan, mulai dari rujak, soto, bakso dan aneka jenis lainnya. Mereka dengan sigap melayani seluruh peserta. (*/ram/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .