MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

SERBA SERBI

Rabu, 19 April 2017 13:29
Catatan Peserta KKN-PPL Mahasiswa UMP di Thailand Selatan (2/Habis)

Sempat Ragu Masuk Daerah Konflik, Ternyata Pattani Aman-aman Saja

Enam mahasiswa peserta KKN-PPL Mahasiswa UMP di Thailand Selatan foto bersama dengan dosen pembimbing Tri Ramdani MPdI menjelang kepulangan ke tanah air.//HUMAS UMP FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Awalnya ada mahasiswa Universitas Muahmmadiyah Palangka Raya (UMP) yang ragu untuk ikut KKN PKL ke Thailand. Karena mereka ditempatkan di wilayah Thailand Selatan. Khususnya wilayah Pattani. Di wilayah ini  sempat menjadi sorotan dunia sebagai negara konflik karena serangan kelompok gerilyawan separatis yang menentang pemerintah pusat.

------------------

NAMUN cerita-cerita “horor” dari media dan teman-teman mereka yang pernah melakukan Kuliah Kerja Nyata dan Praktik Pengalaman Lapangan (KKN-PPL) di Negara Thailand Selatan, tidak membuat enam mahasiswa ini gentar untuk menerima  tawaran untuk KKN-PPL ke Luar Negeri.

Salah seorang peserta KKN-PPL ini mahasiswi PGSD FKIP Dian Retnosari menceritakan, saat memasuki kawasan Thailand Selatan, dia mulai dibayang-banyangi dengan cerita-cerita “horor”.  Ditambah lagi penjagaan oleh Askar (tentara) di pos-pos pinggir jalan. Yang ada dalam bayangan dia adalah akan setiap hari mendengarkan suara ledakan bom. Ternyata setelah dilalui hari demi hari, itu semua tidak terbukti

Dian ditempatkan di Sassamakki School, District Nong Chik Provinsi Pattani. Dilihat dari bangunannya, sekolah ini merupakan salah satu sekolah elit di wilayah tersebut. Sassamakki School merupakan sekolah Islam swasta yang sistem pendidikannya hampir sama dengan pondok pesantren yang ada di Jawa. Mereka menggunakan dua kurikulum, yaitu kurikulum akademik (umum) dan kurikulum agama.

“Saya diamanahi untuk mengajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.  Kedatangan saya di sana bagaikan saudara,” tuturnya kepada Kalteng Pos belum lama ini.

Aktivitas mengajar dilakukan selama tiga bulan dua puluh hari. Tak terasa waktu  terlewati begitu cepat sehingga kepulangan Dian dengan air mata.

Sementara mahasiswi lainnya Yulianti, mengungkapkan hal senada. Sejujurnya, dia  juga dihinggapi perasaan  takut karena ditempatkan di salah satu sekolah yang berada di daerah Pattani yaitu Arunsat Vitaya School. Tetapi, pada kenyataanya, aman-aman saja.

Selama beberapa bulan di Pondok Payo, Sekolah Arunsat Vitaya School Thailand Selatan, dia mendapat banyak pengalaman  yang sangat berharga.  Dengan budaya  yang berbeda, dia mencoba untuk bergaul dengan mereka dengan kemampuan bahasa yang seadanya. Beruntungnya dengan budaya keramahan dan kekeluargaan yang tinggi sehingga memudahkannya untuk turut serta  dalam  kegiatan  dan  bersosialisasi. Di sekolah tersebut Yulianti, diminta untuk membantu mengajar anuban (TK), Mutawasit (SMP), dan Tsanawi (SMA).

“Saya merasa bangga karena ternyata bagi pelajar di sana bahasa Indonesia merupakan bahasa yang baik dalam berkomunikasi dan perlu dipelajari,” ucapnya.

Menurut salah satu ketua pengurus pondok dan salah satu pengurus sekolah disana yang biasa  panggi babo (panggilan kepada ayah) Husni,  bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tersusun dan murni.

Di daerah penempatan Yuli, bahasa yang digunakan adalah bahasa Thailand Tengah dan Melayu Pattani. Pengalaman yang tak terlupakan menurutnya adalah kegiatan yang tidak hanya untuk bersenang-senang seperti jalan-jalan ke tempat-tempat wisata, ke rumah-rumah warga dan ke rumah-rumah murid. Tapi juga poses  belajar mengajar yang berkesan.

Selain itu sikap kekeluargaan yang sangat hangat. Setibanya di tanah air, membuat dia teringat  masa-masa indah bersama mereka semua.

“Bagi saya mereka semua adalah keluarga. Keluarga yang sangat hangat. Hanya dengan masa yang singkat saja mereka telah membuat saya merasa memiliki keluarga baru,”kata Yulianti.

Perasaan yang sama dirasakan oleh mahasiswa peserta KKN-PPL di Thailand Selatan lainnya seperti Sahlan dan Risna. (ans/b-5/ram/iha)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 13:00

Berbahasa Inggris bersama NEC Kapuas

KUALA KAPUAS - Ning's English Club (NEC) adalah lembaga kursus Bahasa Inggris yang berdiri sejak lama…

Selasa, 12 Desember 2017 14:31

Bhayangkari Seruyan Explore Kabupaten Seruyan

KUALA PEMBUANG  – Istri Kapolres Seruyan AKBP Nandang Mu’min Wijaya SIK MH…

Senin, 11 Desember 2017 23:30
P

Sampaikan Informasi yang Benar Pada Masyarakat

KUALA KAPUAS–Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), keberadaannya menjadi penting sebagai wadah…

Sabtu, 09 Desember 2017 14:32

DP3APPKB Kalteng Menyambut Hari Ibu

PALANGKA RAYA - Menjelang Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-89 pada 22 Desember 2017 mendatang, Dinas…

Sabtu, 09 Desember 2017 14:30

Wajib Gunakan Kode KCMI

PALANGKA RAYA - Perkembangan dunia menuntut adanya transparansi, standarisasi dan accountability. Termasuk…

Jumat, 08 Desember 2017 22:35

Belajar Membangun Chemistry

AKTRIS cantik Tatjana Saphira merasa terhormat bisa bermain dalam film Ayat Ayat Cinta 2. Sebab, film…

Jumat, 08 Desember 2017 22:24

Kenali Trisomy 13 Akibat Kelainan Kromosom

Trisomy 13 atau patau syndrome bukan kasus yang umum. Menurut Dr dr Irwanto SPA(K), angka kejadiannya…

Jumat, 08 Desember 2017 13:42

Lagi, UM Palangkaraya Juara Debat Konstitusi MPR RI

PALANGKA RAYA - Mahasiswa Universitas Muhammdiyah Palangkaraya (UM Palangkaraya) kembali mengharumkan…

Jumat, 08 Desember 2017 13:39

Pendamping dan Operator PKH Ikuti Bimbingan Teknis

PALANGKA RAYA - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Dinas Sosial Provinsi Kalteng…

Jumat, 08 Desember 2017 13:37

Dispora Bakal Luncurkan Website Resmi

PALANGKA RAYA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olaharaga (Dispora) Palangka Raya, berencana untuk meluncurkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .