MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

SERBA SERBI

Rabu, 19 April 2017 13:29
Catatan Peserta KKN-PPL Mahasiswa UMP di Thailand Selatan (2/Habis)

Sempat Ragu Masuk Daerah Konflik, Ternyata Pattani Aman-aman Saja

Enam mahasiswa peserta KKN-PPL Mahasiswa UMP di Thailand Selatan foto bersama dengan dosen pembimbing Tri Ramdani MPdI menjelang kepulangan ke tanah air.//HUMAS UMP FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Awalnya ada mahasiswa Universitas Muahmmadiyah Palangka Raya (UMP) yang ragu untuk ikut KKN PKL ke Thailand. Karena mereka ditempatkan di wilayah Thailand Selatan. Khususnya wilayah Pattani. Di wilayah ini  sempat menjadi sorotan dunia sebagai negara konflik karena serangan kelompok gerilyawan separatis yang menentang pemerintah pusat.

------------------

NAMUN cerita-cerita “horor” dari media dan teman-teman mereka yang pernah melakukan Kuliah Kerja Nyata dan Praktik Pengalaman Lapangan (KKN-PPL) di Negara Thailand Selatan, tidak membuat enam mahasiswa ini gentar untuk menerima  tawaran untuk KKN-PPL ke Luar Negeri.

Salah seorang peserta KKN-PPL ini mahasiswi PGSD FKIP Dian Retnosari menceritakan, saat memasuki kawasan Thailand Selatan, dia mulai dibayang-banyangi dengan cerita-cerita “horor”.  Ditambah lagi penjagaan oleh Askar (tentara) di pos-pos pinggir jalan. Yang ada dalam bayangan dia adalah akan setiap hari mendengarkan suara ledakan bom. Ternyata setelah dilalui hari demi hari, itu semua tidak terbukti

Dian ditempatkan di Sassamakki School, District Nong Chik Provinsi Pattani. Dilihat dari bangunannya, sekolah ini merupakan salah satu sekolah elit di wilayah tersebut. Sassamakki School merupakan sekolah Islam swasta yang sistem pendidikannya hampir sama dengan pondok pesantren yang ada di Jawa. Mereka menggunakan dua kurikulum, yaitu kurikulum akademik (umum) dan kurikulum agama.

“Saya diamanahi untuk mengajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.  Kedatangan saya di sana bagaikan saudara,” tuturnya kepada Kalteng Pos belum lama ini.

Aktivitas mengajar dilakukan selama tiga bulan dua puluh hari. Tak terasa waktu  terlewati begitu cepat sehingga kepulangan Dian dengan air mata.

Sementara mahasiswi lainnya Yulianti, mengungkapkan hal senada. Sejujurnya, dia  juga dihinggapi perasaan  takut karena ditempatkan di salah satu sekolah yang berada di daerah Pattani yaitu Arunsat Vitaya School. Tetapi, pada kenyataanya, aman-aman saja.

Selama beberapa bulan di Pondok Payo, Sekolah Arunsat Vitaya School Thailand Selatan, dia mendapat banyak pengalaman  yang sangat berharga.  Dengan budaya  yang berbeda, dia mencoba untuk bergaul dengan mereka dengan kemampuan bahasa yang seadanya. Beruntungnya dengan budaya keramahan dan kekeluargaan yang tinggi sehingga memudahkannya untuk turut serta  dalam  kegiatan  dan  bersosialisasi. Di sekolah tersebut Yulianti, diminta untuk membantu mengajar anuban (TK), Mutawasit (SMP), dan Tsanawi (SMA).

“Saya merasa bangga karena ternyata bagi pelajar di sana bahasa Indonesia merupakan bahasa yang baik dalam berkomunikasi dan perlu dipelajari,” ucapnya.

Menurut salah satu ketua pengurus pondok dan salah satu pengurus sekolah disana yang biasa  panggi babo (panggilan kepada ayah) Husni,  bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tersusun dan murni.

Di daerah penempatan Yuli, bahasa yang digunakan adalah bahasa Thailand Tengah dan Melayu Pattani. Pengalaman yang tak terlupakan menurutnya adalah kegiatan yang tidak hanya untuk bersenang-senang seperti jalan-jalan ke tempat-tempat wisata, ke rumah-rumah warga dan ke rumah-rumah murid. Tapi juga poses  belajar mengajar yang berkesan.

Selain itu sikap kekeluargaan yang sangat hangat. Setibanya di tanah air, membuat dia teringat  masa-masa indah bersama mereka semua.

“Bagi saya mereka semua adalah keluarga. Keluarga yang sangat hangat. Hanya dengan masa yang singkat saja mereka telah membuat saya merasa memiliki keluarga baru,”kata Yulianti.

Perasaan yang sama dirasakan oleh mahasiswa peserta KKN-PPL di Thailand Selatan lainnya seperti Sahlan dan Risna. (ans/b-5/ram/iha)


BACA JUGA

Senin, 19 Juni 2017 15:24

Mau Tambah Daya Listrik? Mumpung Lagi Ada Promo Nih

PALANGKA RAYA - Menyambut Hari Raya Idulfitri 1438 H, PLN memberikan kado spesial bagi pelanggan…

Rabu, 14 Juni 2017 14:30

Bahaya Keringat Berlebih Saat Tidur Malam

Berkeringat saat tidur sering disebut sebagai sleeping hiperhidrosis. Bagi sebagian orang, kondisi ini…

Rabu, 14 Juni 2017 14:22

Perawat Tak Pernah Lelah

KIPRAH perawat di industri kesehatan berperan penting dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pasien.…

Senin, 12 Juni 2017 03:21
Institute Tingang Borneo Teater (ITBT) Palangka Raya

Kahiu Manangis; Satu Level Menuju Kepunahan Orangutan

CERITA Kahiu Manangis berisi tentang level “Criticaly Endangered” alias sudah tinggal satu…

Minggu, 11 Juni 2017 17:06

Tiga Hal Pemicu Kanker Serviks

 Kanker serviks menjadi populer di era modern saat ini. Penyakit ini banyak menyerang kaum wanita…

Sabtu, 10 Juni 2017 10:39

Nyeri Sendi semakin Parah

Nyeri sendi bisa disebabkan karena rasa sakit, peradangan, cedera atau alasan lainnya. Nyeri sendi bisa…

Sabtu, 10 Juni 2017 10:26

4 Bahan Rumahan ini Bisa Atasi Jerawat

 Jerawat merupakan masalah kulit yang seringkali dikeluhkan banyak orang. Tak hanya remaja, jerawat…

Jumat, 09 Juni 2017 10:51

WASPADA! Sahur Mi, Rawan Hipertensi

PILIHAN menu makan sahur banyak orang ingin yang praktis-praktis saja. Tapi sebaiknya, Anda perlu…

Jumat, 09 Juni 2017 10:46

Anak Mendengkur, Tanda Amandel

MENDENGKUR pada orang dewasa memang terlihat biasa saja. Tapi pada anak-anak, perlu diwaspadai. Bisa…

Kamis, 08 Juni 2017 16:07

Ini Asupan Penting untuk Bumil

ASUPAN menjadi hal penting untuk ibu hamil. Pakar gizi Lailatul Muniroh mengatakan salah satu yang penting…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .