MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 18 April 2017 07:30
Kisah Bripka Yoyo yang Sukses Menjadi Negosiator
Dapat Reward Setelah Mengamankan Tersangka Pembunuh Istri dan Bebaskan Balita
Kapolres Kotim AKBP JP Siboro ketika menyerahkan reward kepada Bripka Yoyo Prasetyo atas dedikasinya menjalankan tugas, Senin (17/4). //SONY/KALTENG POS

PROKAL.CO, Nama Bripka Yoyo Prasetyo mendadak menjadi perbincangan di kalangan internal Polres Kotim. Bahkan ia mendapat reward setelah aksi negosiator yang dilakukannya saat mengamankan Banjir, tersangka KDRT sekaligus pembunuhan terhadap istrinya sendiri. Apalagi saat itu tersangka menggenggam parang sambil menggendong anaknya yang masih balita.

SONI, Sampit

Aksi menegangkan memang sempat terjadi ketika tersangka menolak menyerahkan sebilah parang yang berlumuran darah. Sebab parang itu lah yang ia gunakan untuk menghabisi nyawa istrinya Pitae, beberapa waktu lalu. Namun yang menjadi permasalahan, parang itu dibawa tersangka sambil menggendong anaknya. Berkat kesabaran dan cara pendekatan yang humanis oleh Bripka Yoyo Prasetyo, tersangka pun luluh. Sehingga dapat diamankan tanpa melakukan perlawanan, terutama anak korban yang keselamatannya sangat terancan waktu itu.

“Apa yang dilakukan oleh Bripka Yoyo perlu menjadi contoh bagi anggota yang lain. Saat menjalankan tugas atau menangani permasalahan tidak harus bertindak keras atau ikut terbawa emosi. Dalam situasi apapun,” kata Kapolres Kotim AKBP JP Siboro ketika memberikan sambutan pada upacara pemberian reward kepada Bripka Yoyo, Senin (17/4).

Pendekatan yang baik diakui kapolres menjadi bukti ampuh dalam setiap penyelesaian masalah. Begitu pula yang dilakukan anggota Polsek Antang Kalang tersebut. Tanpa membawa senjata meski nyawa sendiri menjadi taruhan. “Kami  berharap nantinya bisa menjadi contoh kepada anggota lainnya yang menjalankan tugas bisa menghadapi permasalahan dengan tenang. Kami berikan reward ini sendiri sebagai motivasi tidak hanya yang sudah berprestasi, tetapi juga anggota lainnya bisa melakukannya juga,” tegas kapolres.

Sementara itu Bripka Yoyo Prasetyo mengaku bangga dan senang dengan penghargaan yang diterimanya. Walaupun apa yang dilakukannya memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai polisi. Saat akan mengamankan Banjir, Bripka Yoyo bukan tanpa rasa takut. Namun ia megaku pasrah dan menyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Pasalnya saat itu, di dalam benaknya hanya untuk membebaskan sang balita dalam dekapan ayahnya sendiri.

Selain itu, kondisi dan situasi mencekam. Beberapa warga yang sudah panik ingin melakukan tindakannnya sendiri. Namun dengan cara pendekatan dan bujuk rayunya dan menjamin keselamatan pelaku, akhirnya luluh juga.“Saya hanya pasrah dan berharap pelaku percaya untuk menyerahkan parang yang dibawanya, kalau tidak anaknya bakal celaka. Saya hanya mencoba membujuk dan meyakinkan bahwa pelaku akan aman dan tidak ada yang menyakitinya,” jelasnya. (ang/dar)

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .