MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 18 April 2017 07:30
Kisah Bripka Yoyo yang Sukses Menjadi Negosiator
Dapat Reward Setelah Mengamankan Tersangka Pembunuh Istri dan Bebaskan Balita
Kapolres Kotim AKBP JP Siboro ketika menyerahkan reward kepada Bripka Yoyo Prasetyo atas dedikasinya menjalankan tugas, Senin (17/4). //SONY/KALTENG POS

PROKAL.CO, Nama Bripka Yoyo Prasetyo mendadak menjadi perbincangan di kalangan internal Polres Kotim. Bahkan ia mendapat reward setelah aksi negosiator yang dilakukannya saat mengamankan Banjir, tersangka KDRT sekaligus pembunuhan terhadap istrinya sendiri. Apalagi saat itu tersangka menggenggam parang sambil menggendong anaknya yang masih balita.

SONI, Sampit

Aksi menegangkan memang sempat terjadi ketika tersangka menolak menyerahkan sebilah parang yang berlumuran darah. Sebab parang itu lah yang ia gunakan untuk menghabisi nyawa istrinya Pitae, beberapa waktu lalu. Namun yang menjadi permasalahan, parang itu dibawa tersangka sambil menggendong anaknya. Berkat kesabaran dan cara pendekatan yang humanis oleh Bripka Yoyo Prasetyo, tersangka pun luluh. Sehingga dapat diamankan tanpa melakukan perlawanan, terutama anak korban yang keselamatannya sangat terancan waktu itu.

“Apa yang dilakukan oleh Bripka Yoyo perlu menjadi contoh bagi anggota yang lain. Saat menjalankan tugas atau menangani permasalahan tidak harus bertindak keras atau ikut terbawa emosi. Dalam situasi apapun,” kata Kapolres Kotim AKBP JP Siboro ketika memberikan sambutan pada upacara pemberian reward kepada Bripka Yoyo, Senin (17/4).

Pendekatan yang baik diakui kapolres menjadi bukti ampuh dalam setiap penyelesaian masalah. Begitu pula yang dilakukan anggota Polsek Antang Kalang tersebut. Tanpa membawa senjata meski nyawa sendiri menjadi taruhan. “Kami  berharap nantinya bisa menjadi contoh kepada anggota lainnya yang menjalankan tugas bisa menghadapi permasalahan dengan tenang. Kami berikan reward ini sendiri sebagai motivasi tidak hanya yang sudah berprestasi, tetapi juga anggota lainnya bisa melakukannya juga,” tegas kapolres.

Sementara itu Bripka Yoyo Prasetyo mengaku bangga dan senang dengan penghargaan yang diterimanya. Walaupun apa yang dilakukannya memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai polisi. Saat akan mengamankan Banjir, Bripka Yoyo bukan tanpa rasa takut. Namun ia megaku pasrah dan menyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Pasalnya saat itu, di dalam benaknya hanya untuk membebaskan sang balita dalam dekapan ayahnya sendiri.

Selain itu, kondisi dan situasi mencekam. Beberapa warga yang sudah panik ingin melakukan tindakannnya sendiri. Namun dengan cara pendekatan dan bujuk rayunya dan menjamin keselamatan pelaku, akhirnya luluh juga.“Saya hanya pasrah dan berharap pelaku percaya untuk menyerahkan parang yang dibawanya, kalau tidak anaknya bakal celaka. Saya hanya mencoba membujuk dan meyakinkan bahwa pelaku akan aman dan tidak ada yang menyakitinya,” jelasnya. (ang/dar)

 


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .