MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Senin, 17 April 2017 09:34
Inpassing Yuukkk !!!???

Oleh: Siti Narani, S.PdI., S.IPI., M.Hum *

Siti Narani, S.PdI., S.IPI., M.Hum

PROKAL.CO, KEBIJAKAN moratorium penerimaan pegawai yang dilaksanakan pemerintah sejak tahun 2015 dan dilanjutkan tahun 2016 menyebabkan terhentinya penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS)  atau Aparatur Sipil Negara (ASN), kecuali dalam bidang pekerjaan yang sangat mendesak seperti tenaga kependidikan, tenaga kesehatan dan beberapa kementerian yang tetap menerima rekrutmen pegawai untuk pekerjaan tertentu.

Untuk mengatasi kekurangan pegawai, pemerintah telah melakukan antisipasi seperti pengangkatan honorer/pramubakti di Kementerian / Lembaga maupun di Pemerintah Daerah yang disebut AK I dan AK II.

Di lain sisi juga diharapkan adanya keseimbangan beban kerja dengan jumlah pegawai memang harus jadi perhatian bersama sehingga harus dilakukan analisa jabatan bagi setiap bidang pekerjaan di masing-masing instansi baik Kementerian/Lembaga maupun di Pemerintah Daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah adalah dengan adanya moratorium pegawai menyebabkan tidak ada rekrutmen pegawai dalam batas waktu tertentu kecuali bidang pekerjaan yang mendesak, sedangkan setiap tahun pasti ada pengurangan pegawai disebabkan telah mencapai batas usia pensiun atau pegawai yang melakukan pelanggaran-pelanggaran berat yang menyebabkan harus melepaskan jabatannya atau bahkan keluar dari PNS/ASN nya.

Hal ini juga berimbas bagi tenaga fungsional tertentu yang semakin berkurang sedangkan beban kerja semakin meningkat karena perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat sesuai dengan kemajuan zaman.

Karena itu perhatian pemerintah kepada PNS/ASN tidak hanya dalam peningkatan gaji atau uang tunjangan kinerja saja tetapi harus diperhatikan juga dalam hal pengembangan karier, profesionalisme dari masing-masing PNS/ASN dan peningkatan kinerja organisasi serta guna memenuhi kebutuhan Jabatan Fungsional, sehingga salah satu jalan keluarnya dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 26 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Melalui Penyesuaian/ Inpassingyang ditetapkan oleh Menteri PANRB Asman Abnur pada Tanggal 7 Desember 2016 dan diundangkan pada Tanggal 21 Desember 2016 serta berakhir sampai dengan Desember 2018 yang berarti kesempatan Inpassing ini dilaksanakan selama dua tahun.

Permen PANRB tersebut selain berguna dalam pengembangan karir PNS/ASN juga berguna sebagai payung hukum dalam memenuhi kebutuhan Jabatan Fungsional PNS/ASN yang diangkat melalui Inpassing/ Penyesuaian pada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dan pelaksanaannya harus didasarkan pada kebutuhan Jabatan Fungsional sebagaimana kebutuhan organisasi yang ada dalam e-formasi dan angka kredit kumulatif PNS/ASN bersangkutan.

Salah satu Jabatan Fungsional “Langka” yang diberi kesempatan mendapatkan limpahan pegawai dari Inpassing ini adalah Jabatan Fungsional Pustakawan. Berdasarkan data Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kalimantan Tengah tertanggal 13 Pebruari 2017 disebutkan bahwa Pustakawan di Kalimantan Tengah yang tercatat sebagai anggota IPI hanya berjumlah 34 Orang yang mayoritas ada di ibukota provinsi, Palangka Raya.

Di tingkat kabupaten hanya satu kabupaten yang memiliki Pustakawan padahal Kalimantan Tengah terdiri dari 14 Kabupaten/Kota. Belum lagi tidak semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang memiliki Pustakawan, begitu juga sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah baik negeri maupun swasta juga belum memiliki Pustakawan padahal begitu banyaknya perguruan tinggi, sekolah dan madrasah yang ada di Kalimantan Tengah.

12 Kabupaten tanpa memiliki Pustakawan, perguruan tinggi tanpa memiliki Pustakawan, Sekolah tanpa memiliki Pustakawan, madrasah tanpa memiliki Pustakawan sedangkan Perpustakaanya ada???? Padahal Pemustaka (Pengguna Perpustakaan) sangatlah banyak. Yang jadi pertanyaan, bagaimana mengelola Perpustakaan tanpa ada yang mengerti perpustakaan dan seluk beluknya??? Bagaimana mengolah koleksi bahan perpustakaan tanpa adanya ilmu perpustakaan??? Bagaimana memberikan layanan kepada pemustaka tanpa tahu ilmunya??? Semua itu hanya dapat dilakukan oleh seorang Pustakawan yang memiliki kemampuan yang diperoleh baik dari pendidikan maupun pelatihan (lulus kompetensi). Sungguh sangat ironis dan harus jadi perhatian pemerintah di tingkat apapun. Baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 13 Agustus 2017 00:35

Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

SAYA sebenarnya sangat tertarik pada cerita dosen Unair yang sayang saya tak tahu namanya. Di beberapa…

Kamis, 10 Agustus 2017 12:40

Mencari Glue Guy

PADA 2009 saya belajar. Orang paling berharga belum tentu yang paling pintar, paling cepat, atau paling…

Selasa, 01 Agustus 2017 10:03

Urgensi Fasilitas Jabatan Hakim

PERSOALAN penegakan hukum tidak terlepas dari peran hakim sebagai ujung tombak penegakan hukum di Indonesia.…

Rabu, 26 Juli 2017 15:28

Si Tou Timou Tumou Tou

KALAU anda baru pertama kali ke Manado dan masuk melalui bandar udara Sam Ratulangi, di sekitar bandara,…

Rabu, 28 Juni 2017 14:05

Stigmasisasi

JURUS stigmasisasi dilancarkan terhadap para warga yang akan digusur sebagai warga liar, kaum kriminal…

Rabu, 21 Juni 2017 22:52
RENUNGAN RAMADAN

Mendidik Anak

ANAK dalam keluarga adalah buah hati belahan jiwa. Untuk anak orangtua bekerja memeras keringat membanting…

Selasa, 20 Juni 2017 15:08

Efek Medsos

MUNCULNYA kasus persekusi di medsos ini sebenarnya sudah cukup lama. Bermula sejak persidangan kasus…

Minggu, 18 Juni 2017 12:54
RENUNGAN RAMADAN

Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan

KITA telah melewati sebagian besar dari hari-hari Ramadan. Sekarang kita telah memasuki sepuluh hari…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:37

Bung Karno dan Prinsip Ketuhanan

MEMASUKI pertengahan Juni, bulan ini sering disebut sebagai Bulan Bung Karno. Bulan di mana Bung Karno…

Jumat, 16 Juni 2017 16:18

Plagiarisme: Noktah Hitam dalam Dunia Literasi

KASAK-kusuk mengenai plagiarisme yang dilakukan oleh Afi, seleb sosial media yang terkenal lewat tulisan-tulisannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .