MANAGED BY:
SENIN
01 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL

FEATURE

Minggu, 16 April 2017 22:21
Momen Paskah: Mengais Berkah di Antara Peziarah
Menjelang malam Paskah. Tempat Pemakaman Umum ( TPU) Kristen Jalan Tjilik Riwut Km 1,5 dipadati pengunjung. Tampak rombongan peziarah sudah mulai memadati TPU. (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Semenjak Jumat (14/4) lalu, suasana di sekitar Kuburan Kristen di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 begitu ramai. Tidak seperti biasanya. Kemarin, puluhan pedagang membuka lapak. Mereka menjual berbagai jenis bunga dan lilin. Serta, ada juga yang menjual makanan.

JAMIL JANUANSYAH, Palangka Raya

AROMA wangi bunga merekah dari lapak pedagang. Warna-warni dari tampilan bunga-bunga tersebut, ditambah lagi penjual menyusun dan menatanya, memanjakan peziarah. Apalagi, saat pertama kali memasuki pintu masuk atau gerbang, barisan pedagang bunga akan menjadi pemandangan pertama yang menyejukkan.

Bunga yang dijual juga berbeda. Mulai dari produk lokal hingga didatangkan dari luar Kalteng. Harganya juga bervariatif. Dari ribuan hingga ratusan ribu rupiah. “Kalau yang itu harganya Rp200 ribu. Karena ada bunga Anthurium yang tidak ada di sini. Jadi harus memesan dulu ke Malang,” ucap Irma sambil menunjuk bunga yang sudah siap jual.

Sambil menata bunga yang akan dia jual, warga Jalan Kariraman ini mengatakan, setiap perayaan Paskah, dia akan mengais berkah di tempat tersebut. Tangan terampilnya menata bunga dengan rapi. Sambil terus bercerita, dia tetap melanjutkan untuk memotong bunga. Tarian gunting yang dipegangnya, memotong halus satu demi satu tangkai bunga yang layu. Sedangkan, bunga yang terlihat segar, akan ditata di vas bunga dan dijual kepada para peziarah.

“Setiap tahun, jualannya di sini dan di tempat ini. Istilahnya turun gunung. Kalau Jumat (14/4) kemarin, penghasilannya Rp2 juta. Kalau hari ini, mudah-mudahan lebih ramai,” ungkapnya sambil tersenyum manis, Sabtu (15/4).

Berkah paskah juga dirasakan para pedagang lainnya. Puluhan pedagang yang berbaris di sepanjang jalan menuju ke arah kuburan, tanpa ragu menawarkan dagangannya. Mulai dari pedagang kerupuk, es jeruk, gorengan, bakso, balon, hingga pedagang rujak buah juga ada.

Selain itu, ada juga belasan anak-anak. Kalau dilihat dari postur tubuh dan perwajahannya. Mereka ini berumur delapan hingga 14 tahun. Sebagian dari mereka ada yang memegang sapu. Ada juga yang bermodal tangan kosong. Tanpa ragu, mereka menawarkan jasa untuk membersihkan kuburan.

“Bersihkan kuburan kah mang (om , Red)?,” tawar seorang anak-anak kepada penulis.

Saat jasa mereka diperlukan, dua sampai lima orang anak-anak akan membersihkan satu kuburan. Saat belum diperlukan, anak-anak ini berkeliling menawarkan jasanya kepada para peziarah. Ada juga yang memilih beristirahat.  Para peziarah terus berdatangan. Pulang satu, datang lagi yang lain. Mereka melakukan ziarah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) keluarga yang telah wafat.

“Datang untuk berziarah. Membersihkan kuburan, menaruh bunga, menyalakan lilin, serta memanjatkan doa untuk Bue (Kakek , Red),” ucap Dede, seorang peziarah usai berdoa di kuburan kakeknya. (*/c3)


BACA JUGA

Minggu, 30 April 2017 13:47

Gubernur "Jual" Kalteng Lewat Golf

GUBERNUR Kalteng H Sugianto Sabran tidak pernah melewatkan momentum apapun untuk mempromosikan daerahnya.…

Minggu, 30 April 2017 09:26

Kala Tarian Kalteng Melanglang ke Benua Eropa

Kalimantan Tengah sangat kaya akan kebudayaan dan kesenian. Termasuk seni tari yang tak pernah pudar…

Selasa, 25 April 2017 10:28
Ketika Narkoba Semakin Merajalela

30 Persen Narapidana di Barito Timur Terlibat Kasus Narkoba

Penyalahgunaan narkotika dan obat–obatan terlarang menjadi momok menakutkan. Tak terkecuali, di…

Kamis, 20 April 2017 23:25
Melihat Rangkaian Seleksi Penerimaan Calon Anggota Polri di Polda Kalteng

Bebas Korupsi, Kolusi, Konspirasi dan Nepotisme

Setiap orang berhak bermimpi. Apalagi, mimpi untuk mengabdikan diri bagi kemajuan bangsa dan negara.…

Rabu, 19 April 2017 11:16

Menelisik Motif Pembongkaran Makam Mantan Ketua DPRD Lamandau

Peristiwa pembongkaran makam mantan Ketua DPRD Kabupaten Lamandau oleh orang tak dikenal itu, cukup…

Rabu, 19 April 2017 07:35
Ketika Sungai Jelai Mulai Terluka oleh Racun dari Nelayan Nakal

Cegah Kerusakan, Polisi Tingkatkan Patroli

Sungai Jelai bukan sekedar tanda atau batas yang memisahkan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Kalimantan…

Selasa, 18 April 2017 07:30
Kisah Bripka Yoyo yang Sukses Menjadi Negosiator

Dapat Reward Setelah Mengamankan Tersangka Pembunuh Istri dan Bebaskan Balita

Nama Bripka Yoyo Prasetyo mendadak menjadi perbincangan di kalangan internal Polres Kotim. Bahkan ia…

Minggu, 16 April 2017 09:27
Pemkab Sukamara Canangkan Gerakan Peregangan di Tempat Kerja

Seluruh ASN Senam Bersama Selama Lima Menit

Aparatur Sipil Negara (ASN) berisiko tinggi menderita penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit…

Sabtu, 15 April 2017 16:02

Salib adalah Tanda Kemenangan

Perayaan Paskah merupakan hari peringatan akan kebangkitan Yesus Kristus setelah disalibkan oleh orang-orang…

Jumat, 14 April 2017 21:05

Ketika Palangka Raya Bakal Jadi Ibu Kota Negara

Palangka Raya diusulkan menjadi ibu kota negara menggantikan Jakarta. Rencana ini sedang dipertimbangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .