MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 16 April 2017 22:21
Momen Paskah: Mengais Berkah di Antara Peziarah
Menjelang malam Paskah. Tempat Pemakaman Umum ( TPU) Kristen Jalan Tjilik Riwut Km 1,5 dipadati pengunjung. Tampak rombongan peziarah sudah mulai memadati TPU. (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Semenjak Jumat (14/4) lalu, suasana di sekitar Kuburan Kristen di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 begitu ramai. Tidak seperti biasanya. Kemarin, puluhan pedagang membuka lapak. Mereka menjual berbagai jenis bunga dan lilin. Serta, ada juga yang menjual makanan.

JAMIL JANUANSYAH, Palangka Raya

AROMA wangi bunga merekah dari lapak pedagang. Warna-warni dari tampilan bunga-bunga tersebut, ditambah lagi penjual menyusun dan menatanya, memanjakan peziarah. Apalagi, saat pertama kali memasuki pintu masuk atau gerbang, barisan pedagang bunga akan menjadi pemandangan pertama yang menyejukkan.

Bunga yang dijual juga berbeda. Mulai dari produk lokal hingga didatangkan dari luar Kalteng. Harganya juga bervariatif. Dari ribuan hingga ratusan ribu rupiah. “Kalau yang itu harganya Rp200 ribu. Karena ada bunga Anthurium yang tidak ada di sini. Jadi harus memesan dulu ke Malang,” ucap Irma sambil menunjuk bunga yang sudah siap jual.

Sambil menata bunga yang akan dia jual, warga Jalan Kariraman ini mengatakan, setiap perayaan Paskah, dia akan mengais berkah di tempat tersebut. Tangan terampilnya menata bunga dengan rapi. Sambil terus bercerita, dia tetap melanjutkan untuk memotong bunga. Tarian gunting yang dipegangnya, memotong halus satu demi satu tangkai bunga yang layu. Sedangkan, bunga yang terlihat segar, akan ditata di vas bunga dan dijual kepada para peziarah.

“Setiap tahun, jualannya di sini dan di tempat ini. Istilahnya turun gunung. Kalau Jumat (14/4) kemarin, penghasilannya Rp2 juta. Kalau hari ini, mudah-mudahan lebih ramai,” ungkapnya sambil tersenyum manis, Sabtu (15/4).

Berkah paskah juga dirasakan para pedagang lainnya. Puluhan pedagang yang berbaris di sepanjang jalan menuju ke arah kuburan, tanpa ragu menawarkan dagangannya. Mulai dari pedagang kerupuk, es jeruk, gorengan, bakso, balon, hingga pedagang rujak buah juga ada.

Selain itu, ada juga belasan anak-anak. Kalau dilihat dari postur tubuh dan perwajahannya. Mereka ini berumur delapan hingga 14 tahun. Sebagian dari mereka ada yang memegang sapu. Ada juga yang bermodal tangan kosong. Tanpa ragu, mereka menawarkan jasa untuk membersihkan kuburan.

“Bersihkan kuburan kah mang (om , Red)?,” tawar seorang anak-anak kepada penulis.

Saat jasa mereka diperlukan, dua sampai lima orang anak-anak akan membersihkan satu kuburan. Saat belum diperlukan, anak-anak ini berkeliling menawarkan jasanya kepada para peziarah. Ada juga yang memilih beristirahat.  Para peziarah terus berdatangan. Pulang satu, datang lagi yang lain. Mereka melakukan ziarah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) keluarga yang telah wafat.

“Datang untuk berziarah. Membersihkan kuburan, menaruh bunga, menyalakan lilin, serta memanjatkan doa untuk Bue (Kakek , Red),” ucap Dede, seorang peziarah usai berdoa di kuburan kakeknya. (*/c3)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .