MANAGED BY:
SELASA
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 16 April 2017 22:21
Momen Paskah: Mengais Berkah di Antara Peziarah
Menjelang malam Paskah. Tempat Pemakaman Umum ( TPU) Kristen Jalan Tjilik Riwut Km 1,5 dipadati pengunjung. Tampak rombongan peziarah sudah mulai memadati TPU. (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Semenjak Jumat (14/4) lalu, suasana di sekitar Kuburan Kristen di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 begitu ramai. Tidak seperti biasanya. Kemarin, puluhan pedagang membuka lapak. Mereka menjual berbagai jenis bunga dan lilin. Serta, ada juga yang menjual makanan.

JAMIL JANUANSYAH, Palangka Raya

AROMA wangi bunga merekah dari lapak pedagang. Warna-warni dari tampilan bunga-bunga tersebut, ditambah lagi penjual menyusun dan menatanya, memanjakan peziarah. Apalagi, saat pertama kali memasuki pintu masuk atau gerbang, barisan pedagang bunga akan menjadi pemandangan pertama yang menyejukkan.

Bunga yang dijual juga berbeda. Mulai dari produk lokal hingga didatangkan dari luar Kalteng. Harganya juga bervariatif. Dari ribuan hingga ratusan ribu rupiah. “Kalau yang itu harganya Rp200 ribu. Karena ada bunga Anthurium yang tidak ada di sini. Jadi harus memesan dulu ke Malang,” ucap Irma sambil menunjuk bunga yang sudah siap jual.

Sambil menata bunga yang akan dia jual, warga Jalan Kariraman ini mengatakan, setiap perayaan Paskah, dia akan mengais berkah di tempat tersebut. Tangan terampilnya menata bunga dengan rapi. Sambil terus bercerita, dia tetap melanjutkan untuk memotong bunga. Tarian gunting yang dipegangnya, memotong halus satu demi satu tangkai bunga yang layu. Sedangkan, bunga yang terlihat segar, akan ditata di vas bunga dan dijual kepada para peziarah.

“Setiap tahun, jualannya di sini dan di tempat ini. Istilahnya turun gunung. Kalau Jumat (14/4) kemarin, penghasilannya Rp2 juta. Kalau hari ini, mudah-mudahan lebih ramai,” ungkapnya sambil tersenyum manis, Sabtu (15/4).

Berkah paskah juga dirasakan para pedagang lainnya. Puluhan pedagang yang berbaris di sepanjang jalan menuju ke arah kuburan, tanpa ragu menawarkan dagangannya. Mulai dari pedagang kerupuk, es jeruk, gorengan, bakso, balon, hingga pedagang rujak buah juga ada.

Selain itu, ada juga belasan anak-anak. Kalau dilihat dari postur tubuh dan perwajahannya. Mereka ini berumur delapan hingga 14 tahun. Sebagian dari mereka ada yang memegang sapu. Ada juga yang bermodal tangan kosong. Tanpa ragu, mereka menawarkan jasa untuk membersihkan kuburan.

“Bersihkan kuburan kah mang (om , Red)?,” tawar seorang anak-anak kepada penulis.

Saat jasa mereka diperlukan, dua sampai lima orang anak-anak akan membersihkan satu kuburan. Saat belum diperlukan, anak-anak ini berkeliling menawarkan jasanya kepada para peziarah. Ada juga yang memilih beristirahat.  Para peziarah terus berdatangan. Pulang satu, datang lagi yang lain. Mereka melakukan ziarah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) keluarga yang telah wafat.

“Datang untuk berziarah. Membersihkan kuburan, menaruh bunga, menyalakan lilin, serta memanjatkan doa untuk Bue (Kakek , Red),” ucap Dede, seorang peziarah usai berdoa di kuburan kakeknya. (*/c3)


BACA JUGA

Kamis, 05 Oktober 2017 06:41
Cara Kodim 1015 Sampit Memperingati Hari Jadi

Dandim Kunjungi Bocah Lumpuh dan Berikan Santunan

Berbagai kegiatan sosial dilaksanakan Kodim 1015 Sampit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72,…

Sabtu, 23 September 2017 07:48
Kesan Armada Band Manggung Pertama di Lamandau

Lantunkan 10 Lagu, Takjub Lihat Antusias Penonton

Kehadiran grup band Armada di Bumi Bahaum Bakuba Kabupaten Lamandau dalam memeriahkan Pesta Paduan Suara…

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .