MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 16 April 2017 22:21
Momen Paskah: Mengais Berkah di Antara Peziarah
Menjelang malam Paskah. Tempat Pemakaman Umum ( TPU) Kristen Jalan Tjilik Riwut Km 1,5 dipadati pengunjung. Tampak rombongan peziarah sudah mulai memadati TPU. (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Semenjak Jumat (14/4) lalu, suasana di sekitar Kuburan Kristen di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 begitu ramai. Tidak seperti biasanya. Kemarin, puluhan pedagang membuka lapak. Mereka menjual berbagai jenis bunga dan lilin. Serta, ada juga yang menjual makanan.

JAMIL JANUANSYAH, Palangka Raya

AROMA wangi bunga merekah dari lapak pedagang. Warna-warni dari tampilan bunga-bunga tersebut, ditambah lagi penjual menyusun dan menatanya, memanjakan peziarah. Apalagi, saat pertama kali memasuki pintu masuk atau gerbang, barisan pedagang bunga akan menjadi pemandangan pertama yang menyejukkan.

Bunga yang dijual juga berbeda. Mulai dari produk lokal hingga didatangkan dari luar Kalteng. Harganya juga bervariatif. Dari ribuan hingga ratusan ribu rupiah. “Kalau yang itu harganya Rp200 ribu. Karena ada bunga Anthurium yang tidak ada di sini. Jadi harus memesan dulu ke Malang,” ucap Irma sambil menunjuk bunga yang sudah siap jual.

Sambil menata bunga yang akan dia jual, warga Jalan Kariraman ini mengatakan, setiap perayaan Paskah, dia akan mengais berkah di tempat tersebut. Tangan terampilnya menata bunga dengan rapi. Sambil terus bercerita, dia tetap melanjutkan untuk memotong bunga. Tarian gunting yang dipegangnya, memotong halus satu demi satu tangkai bunga yang layu. Sedangkan, bunga yang terlihat segar, akan ditata di vas bunga dan dijual kepada para peziarah.

“Setiap tahun, jualannya di sini dan di tempat ini. Istilahnya turun gunung. Kalau Jumat (14/4) kemarin, penghasilannya Rp2 juta. Kalau hari ini, mudah-mudahan lebih ramai,” ungkapnya sambil tersenyum manis, Sabtu (15/4).

Berkah paskah juga dirasakan para pedagang lainnya. Puluhan pedagang yang berbaris di sepanjang jalan menuju ke arah kuburan, tanpa ragu menawarkan dagangannya. Mulai dari pedagang kerupuk, es jeruk, gorengan, bakso, balon, hingga pedagang rujak buah juga ada.

Selain itu, ada juga belasan anak-anak. Kalau dilihat dari postur tubuh dan perwajahannya. Mereka ini berumur delapan hingga 14 tahun. Sebagian dari mereka ada yang memegang sapu. Ada juga yang bermodal tangan kosong. Tanpa ragu, mereka menawarkan jasa untuk membersihkan kuburan.

“Bersihkan kuburan kah mang (om , Red)?,” tawar seorang anak-anak kepada penulis.

Saat jasa mereka diperlukan, dua sampai lima orang anak-anak akan membersihkan satu kuburan. Saat belum diperlukan, anak-anak ini berkeliling menawarkan jasanya kepada para peziarah. Ada juga yang memilih beristirahat.  Para peziarah terus berdatangan. Pulang satu, datang lagi yang lain. Mereka melakukan ziarah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) keluarga yang telah wafat.

“Datang untuk berziarah. Membersihkan kuburan, menaruh bunga, menyalakan lilin, serta memanjatkan doa untuk Bue (Kakek , Red),” ucap Dede, seorang peziarah usai berdoa di kuburan kakeknya. (*/c3)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .