MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Sabtu, 15 April 2017 16:18
Depresi: Mari Bicara

Oleh: Norrahman *

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

PROKAL.CO, MEMPERINGATI Hari Kesehatan Dunia setiap tanggal 7 April, organisasi nirlaba PBB yaitu WHO memberikan topik kampanye kesehatan tertentu yang menjadi perhatian orang di seluruh dunia. Tema kampanye pada tahun ini adalah Depresi: Mari Bicara.

Dr. Margaret Chan  Direktur Jenderal WHO sebagaimana dilansir dari Pikiran-Rayat. Com mengatakan “Kampanye ini adalah untuk membangun kesadaran seluruh negara agar memikirkan ulang pendekatan terhadap orang dengan gangguan mental dan memperlakukan mereka dengan tepat dan layak.”

Inti dari kampanye ini adalah pentingnya berbicara tentang depresi sebagai komponen penting dari pemulihan. Berbicara tentang depresi dapat dimulai dengan anggota keluarga, teman atau profesional medis, dalam kelompok-kelompok yang lebih besar, misalnya di sekolah, tempat kerja, dalam domain publik, dalam berita media, blog atau media sosial.

Melansir dari website resmi WHO (www. who.int) depresi adalah penyakit yang ditandai dengan kesedihan terus-menerus dan kehilangan minat dalam kegiatan yang biasanya kita senangi ataupun kegiatan yang biasa kita lakukan. Orang yang depresi biasanya memiliki beberapa gejala seperti hilangnya energi, perubahan nafsu makan, tidur lebih kurang atau lebih, kegelisahan, kurang konsentrasi, gelisah, ragu-ragu, perasaan tidak berharga, rasa bersalah, atau putus asa dan pikiran menyakiti diri atau bunuh diri.

Depresi adalah ganguan mental yang mempengaruhi orang-orang dari segala usia, dari semua lapisan masyarakat, di semua negara.

Resiko mengalami depresi meningkat dengan kemiskinan, penganguran, peristiwa kehidupan seperti kematian orang yang dicintai atau hubungan break-up, penyakit fisik dan masalah yang disebabkan oleh alkohol dan penggunaan narkoba.

Banyak orang yang beranggapan bahwa depresi adalah hal yang sepele dan dapat hilang dengan sendirinya. Faktanya depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung.

Dilansir dari alodokter.com depresi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti ganguan depresi persisten, depresi perinatal, gangguan bipolar dan depresi mayor.

Ganguan depresi persisten (dysthymia) ditandai dengan suasana hati yang tertekan dan dapat bertahan setidaknya sampai dengan jangka waktu dua tahun.

Depresi perinatal, adalah depresi yang biasanya terjadi pada wanita berkaitan dengan masa kehamilan dan setelahnya, namun hanya sebagian kecil wanita yang baru melahirkan mengalami depresi.

Gangguan bipolar, kondisi ini memang berbeda dengan depresi, penderita gangguan bipolar biasanya akan mengalami depresi selama beberapa waktu. Penderita bipolar bisa merasa sedih atau depresi pada tingkatan ekstrim. Sebaliknya juga bisa merasa bahagia secara berlebihan.

Depresi mayor, gejala depresi parah yang bisa mengganggu kemampuan penderita untuk bekerja, tidur, belajar, makan, dan menikmati hidup.

WHO telah mengidentifikasi hubungan antara depresi dan penyakit menular lainnya. Depresi meningkatkan resiko penggunaan narkoba, penyakit diabetes dan penyakit jantung.

Depresi dapat dialami dari segala usia, dari semua lapisan masyarakat, bahkan dapat menyerang siapa saja di semua negara. Depresi juga di sinyalir menjadi penyebab utama seseorang untuk melakukan bunuh diri, dan penyebab kematian anak usia 15-29 tahun.

Pada umumya gejala depresi yang dialami pria berbeda dengan hal yang dialami wanita. Pria biasanya akan merasa sangat lelah, frustasi, mudah tersinggung, kehilangan minat terhadap sesuatu yang pernah disukainya, serta kesulitan tidur.

Dibanding dengan pria, depresi lebih sering diderita oleh para wanita. Namun tidak semua wanita akan mengalami gejala depresi yang sama, rata-rata wanita akan merasakan kesedihan, merasa tidak berharga, dan merasa bersalah. Faktor biologis, siklus hidup, hormonal, serta psikososial menjadi hal yang mendorong wanita mengalami depresi.

Bagi anak-anak depresi dapat berupa berpura-pura tidak sehat, menolak pergi ke sekolah, ingin selalu berdekatan dengan orang tuanya, atau bahkan khawatir orang tuanya akan meninggal. Karena perilaku normal pada setiap anak, maka sulit untuk menilai apakah anak hanya rewel untuk sementara atau sedang menderita depresi.

Remaja yang mengalami depresi biasanya akan merajuk, bermasalah di sekolah, merasa cemas, mengalami gangguan pola makan, mudah tersinggung, dan memiliki resiko lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri.

Depresi juga dapat dialami oleh orang berusia lanjut, hal ini dapat terlihat dengan gejala sering melamun, kesulitan tidur, menggerutu, dan mudah tersinggung.

Berdasarkan data terakhir dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) jumlah orang yang hidup dalam depresi meningkat 18 persen antara tahun 2005 hingga 2015. Lebih dari 300 juta orang saat ini hidup dalam depresi.

Depresi  dapat secara efektif dicegah dan diobati. Pengobatan biasanya melibatkan terapi bicara atau obat antidepresan atau kombinasi dari keduanya.

Berbicara dengan orang yang dapat dipercaya bisa menjadi langkah pertama menuju pemulihan diri. Selain itu dapat juga dengan beribadah, dengan beribadah selain menjalin komunikasi dengan Tuhan, kita juga mendapat kepuasan dari segi rohani dan jasmani. Hal ini dapat mengatasi depresi yang diderita. (*)

 

*Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 11:25

Perpecahan Demi Monumen Sang Ayah

MENGAPA perpecahan keluarga Lee Kuan Yew terjadi sekarang? Bukan tahun lalu? Bukan tahun depan? Saya…

Rabu, 21 Juni 2017 22:52
RENUNGAN RAMADAN

Mendidik Anak

ANAK dalam keluarga adalah buah hati belahan jiwa. Untuk anak orangtua bekerja memeras keringat membanting…

Selasa, 20 Juni 2017 15:08

Efek Medsos

MUNCULNYA kasus persekusi di medsos ini sebenarnya sudah cukup lama. Bermula sejak persidangan kasus…

Minggu, 18 Juni 2017 12:54
RENUNGAN RAMADAN

Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan

KITA telah melewati sebagian besar dari hari-hari Ramadan. Sekarang kita telah memasuki sepuluh hari…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:37

Bung Karno dan Prinsip Ketuhanan

MEMASUKI pertengahan Juni, bulan ini sering disebut sebagai Bulan Bung Karno. Bulan di mana Bung Karno…

Jumat, 16 Juni 2017 16:18

Plagiarisme: Noktah Hitam dalam Dunia Literasi

KASAK-kusuk mengenai plagiarisme yang dilakukan oleh Afi, seleb sosial media yang terkenal lewat tulisan-tulisannya…

Kamis, 15 Juni 2017 16:17
RENUNGAN RAMADAN

Mangkuk, Madu dan Sehelai Rambut

DALAM riwayat sirah nabawiyah disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah Saw mengajak Abubakar, Umar dan…

Kamis, 15 Juni 2017 13:42
RENUNGAN RAMADAN

MENGENAL SETAN

SETAN atau syaitan berasal dari kata “syathatha” atau “syathana” yang berarti…

Selasa, 13 Juni 2017 11:38
Lebih Fokus Dengan Raja Media Dahlan Iskan

Wartawan Kalah Jasa Dengan Jenderal ?

SEHARI bersama Dahlan Iskan, melahirkan cukup banyak cerita yang layak dijadikan tulisan.  Sehari…

Senin, 12 Juni 2017 17:07

MEMPERKOKOH UKHUWAH ISLAMIYAH, WAHTANIYAH, DAN BASYARIYAH DI BULAN PENUH BERKAH

Civitas Akademika FKIP Universitas Palangka Raya (UPR)  Rabu (7/6) yang lalu telah melaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .