MANAGED BY:
SENIN
01 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL

FEATURE

Jumat, 14 April 2017 21:05
Ketika Palangka Raya Bakal Jadi Ibu Kota Negara

Dari Soekarno Sampai Jokowi, Baru Wacana Saja

Kota Palangka Raya. (JONY/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Palangka Raya diusulkan menjadi ibu kota negara menggantikan Jakarta. Rencana ini sedang dipertimbangkan Presiden Joko Widodo. Jokowi meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengkaji teknis pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Palangka Raya.

 

WACANA pemindahan ibu kota negara dari Jakarta bukan hal baru. Wacana ini sudah digaungkan sejak Presiden Republik Indonesia Pertama Soekarno menjabat. Sampai di era Presiden RI Ketujuh Joko Widodo, ini tetap saja menjadi sebuah wacana.

Belum ada keberanian dan kesungguhan politik untuk merealisasikannya. “Soal wacana pemindahan ibu kota adalah sebuah wacana yang sudah lama tinggal keberanian politiknya saja yang belum. Kalau kami lihat dari Soekarno sampai era Jokowi itu selalu terjadi, baru wacana saja,” kata anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Achmad Baidowi dalam sebuah diskusi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4).

Baidowi menambahkan, memang tengah banyak tempat yang disebutkan untuk menjadi ibu kota negara jika dipindah dari Jakarta. Di antaranya adalah Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). “Tetapi, itu hanya wacana,” tegasnya.

Dia menambahkan, memindahkan ibu kota tidak sesederhana yang dibayangkan. Perlu kalkulasi politk. Perlu juga anggaran. “Kita tahu semua memang ibu kota di Jakarta sudah penuh sesak. Bahasanya bisa dibilang crowded atau semrawut,” ujar Baidowi.

Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro mengatakan, pemindahan ibu kota NKRI dari Jakarta ke tempat lain itu tidak logis. Dia menegaskan, pemindahan itu tidak mungkin terealisasi mengingat sampai saat ini tidak ada langkah nyata dari pemerintah. Undang-undang nomor 29 tahun 2007 tentang tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Sebagai Ibu Kota NKRI saja belum diubah.

“Tahapan-tahapan yang disampaikan oleh pemerintah sampai hari ini belum ada sama sekali kemajuannya, hanya berupa kajian saja,” kata Nizar dalam kesempatan itu.

Bahkan, lebih parah lagi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam kajiannya menyatakan bahwa jika ibu kota dipindahkan maka membangunnya bukan dari uang atau anggaran negara. Melainkan menggunakan privat sector atau swasta. “Itu tambah tidak mungkin lagi,” katanya.

Dia menambahkan, yang namanya swasta itu, tentu mengeluarkan uang ingin mendapatkan margin atau keuntungan. “Kalau tidak ada keuntungan, tidak mungkin mereka mau membangun,” ujar politikus Partai Gerakan Indonesia Raya itu.

Karenanya Nizar menambahkan, wacana yang demikian ini sangat-sangat tidak masuk akal. Kecuali, ada keseriusan penuh dari pemerintah. Misalnya mengajukan revisi UU 29/2007, memikirkan kebijakan, anggarannya, dan diolah untuk menjadi keputusan terbaik serta menguntungkan masyarakat.

"Kemudian olah mana yang paling bagus apakah di Palangka Raya, Jonggol atau di Karawang, Madura atau di Nusa Tenggara Timur, silakan karena itu adalah kebijakan yang memang domainnya pemerintah,” katanya. (jpnn/bud/nto)


BACA JUGA

Minggu, 30 April 2017 13:47

Gubernur "Jual" Kalteng Lewat Golf

GUBERNUR Kalteng H Sugianto Sabran tidak pernah melewatkan momentum apapun untuk mempromosikan daerahnya.…

Minggu, 30 April 2017 09:26

Kala Tarian Kalteng Melanglang ke Benua Eropa

Kalimantan Tengah sangat kaya akan kebudayaan dan kesenian. Termasuk seni tari yang tak pernah pudar…

Sabtu, 29 April 2017 17:24

Saat Deru Suara Mesin Jahit yang Bersahutan Itu Terancam Hening

Pelaku usaha menjahit di Pasar Kameloh tak ingin kelangsungan usahanya terhenti. Terlebih saat adanya…

Sabtu, 29 April 2017 17:02

Memetik Rupiah dari Perkebunan Buah Naga di Kalampangan

Prospek pengembangan buah naga sangat bagus dan menjanjikan bagi orang yang mau dan ulet untuk menamannya.…

Selasa, 25 April 2017 10:28
Ketika Narkoba Semakin Merajalela

30 Persen Narapidana di Barito Timur Terlibat Kasus Narkoba

Penyalahgunaan narkotika dan obat–obatan terlarang menjadi momok menakutkan. Tak terkecuali, di…

Kamis, 20 April 2017 23:25
Melihat Rangkaian Seleksi Penerimaan Calon Anggota Polri di Polda Kalteng

Bebas Korupsi, Kolusi, Konspirasi dan Nepotisme

Setiap orang berhak bermimpi. Apalagi, mimpi untuk mengabdikan diri bagi kemajuan bangsa dan negara.…

Rabu, 19 April 2017 11:16

Menelisik Motif Pembongkaran Makam Mantan Ketua DPRD Lamandau

Peristiwa pembongkaran makam mantan Ketua DPRD Kabupaten Lamandau oleh orang tak dikenal itu, cukup…

Rabu, 19 April 2017 07:35
Ketika Sungai Jelai Mulai Terluka oleh Racun dari Nelayan Nakal

Cegah Kerusakan, Polisi Tingkatkan Patroli

Sungai Jelai bukan sekedar tanda atau batas yang memisahkan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Kalimantan…

Selasa, 18 April 2017 07:30
Kisah Bripka Yoyo yang Sukses Menjadi Negosiator

Dapat Reward Setelah Mengamankan Tersangka Pembunuh Istri dan Bebaskan Balita

Nama Bripka Yoyo Prasetyo mendadak menjadi perbincangan di kalangan internal Polres Kotim. Bahkan ia…

Minggu, 16 April 2017 22:21

Momen Paskah: Mengais Berkah di Antara Peziarah

Semenjak Jumat (14/4) lalu, suasana di sekitar Kuburan Kristen di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 begitu ramai.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .