MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 14 April 2017 21:05
Ketika Palangka Raya Bakal Jadi Ibu Kota Negara

Dari Soekarno Sampai Jokowi, Baru Wacana Saja

Kota Palangka Raya. (JONY/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Palangka Raya diusulkan menjadi ibu kota negara menggantikan Jakarta. Rencana ini sedang dipertimbangkan Presiden Joko Widodo. Jokowi meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengkaji teknis pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Palangka Raya.

 

WACANA pemindahan ibu kota negara dari Jakarta bukan hal baru. Wacana ini sudah digaungkan sejak Presiden Republik Indonesia Pertama Soekarno menjabat. Sampai di era Presiden RI Ketujuh Joko Widodo, ini tetap saja menjadi sebuah wacana.

Belum ada keberanian dan kesungguhan politik untuk merealisasikannya. “Soal wacana pemindahan ibu kota adalah sebuah wacana yang sudah lama tinggal keberanian politiknya saja yang belum. Kalau kami lihat dari Soekarno sampai era Jokowi itu selalu terjadi, baru wacana saja,” kata anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Achmad Baidowi dalam sebuah diskusi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4).

Baidowi menambahkan, memang tengah banyak tempat yang disebutkan untuk menjadi ibu kota negara jika dipindah dari Jakarta. Di antaranya adalah Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). “Tetapi, itu hanya wacana,” tegasnya.

Dia menambahkan, memindahkan ibu kota tidak sesederhana yang dibayangkan. Perlu kalkulasi politk. Perlu juga anggaran. “Kita tahu semua memang ibu kota di Jakarta sudah penuh sesak. Bahasanya bisa dibilang crowded atau semrawut,” ujar Baidowi.

Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro mengatakan, pemindahan ibu kota NKRI dari Jakarta ke tempat lain itu tidak logis. Dia menegaskan, pemindahan itu tidak mungkin terealisasi mengingat sampai saat ini tidak ada langkah nyata dari pemerintah. Undang-undang nomor 29 tahun 2007 tentang tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Sebagai Ibu Kota NKRI saja belum diubah.

“Tahapan-tahapan yang disampaikan oleh pemerintah sampai hari ini belum ada sama sekali kemajuannya, hanya berupa kajian saja,” kata Nizar dalam kesempatan itu.

Bahkan, lebih parah lagi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam kajiannya menyatakan bahwa jika ibu kota dipindahkan maka membangunnya bukan dari uang atau anggaran negara. Melainkan menggunakan privat sector atau swasta. “Itu tambah tidak mungkin lagi,” katanya.

Dia menambahkan, yang namanya swasta itu, tentu mengeluarkan uang ingin mendapatkan margin atau keuntungan. “Kalau tidak ada keuntungan, tidak mungkin mereka mau membangun,” ujar politikus Partai Gerakan Indonesia Raya itu.

Karenanya Nizar menambahkan, wacana yang demikian ini sangat-sangat tidak masuk akal. Kecuali, ada keseriusan penuh dari pemerintah. Misalnya mengajukan revisi UU 29/2007, memikirkan kebijakan, anggarannya, dan diolah untuk menjadi keputusan terbaik serta menguntungkan masyarakat.

"Kemudian olah mana yang paling bagus apakah di Palangka Raya, Jonggol atau di Karawang, Madura atau di Nusa Tenggara Timur, silakan karena itu adalah kebijakan yang memang domainnya pemerintah,” katanya. (jpnn/bud/nto)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 09:48
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (1)

Sempat Lima Hari Tidak Makan dan Minum

Sebelum lumpuh, Syahrani berkeliling dengan sepeda tuanya menawarkan dagangan ke kampung-kampung. Puluhan…

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .