MANAGED BY:
SENIN
01 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL

UTAMA

Jumat, 14 April 2017 08:51
Sebelum Membunuh, Banjir dan Pitae Sempat Janji Sehidup Semati
Pelaku (kiri) saat menggendong anaknya keluar rumah, usai membunuh istrinya di Desa Tumbang Boloi, Kecamatan Telaga Antang, Kotim, Rabu (12/4) lalu. //Warga for KALTENG POS

PROKAL.CO, SAMPIT-Ternyata, motif dari pembunahan yang terjadi di Desa Tumbang Boloi, Kecamatan Telaga Antang, Kotim, yang dilakukan oleh Banjir (24) terhadap istrinya Pitae (26) adalah karena adanya isu yang tak jelas. Di mana, sang istri saat itu, menceritakan bahwa suaminya akan dibunuh oleh seseorang untuk dijadikan tumbal dalam acara adat.

Sayangnya, sang istri atau korban enggan menceritakan isu tersebut dari mana asalnya. Alhasil, suami atau pelaku kesal dan terjadi cekcok di antara keduanya.

Setelah terjadi cekcok, korban memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari lokasi. Namun, pelaku ingin ikut karena mereka pernah berjanji untuk sehidup semati bersama.

Tetapi keinginan pelaku untuk ikut ke rumah orang tua korban ditolak, dengan alasan isu pembunuhan dan isu tumbal adat tadi bakal berimbas pada keluarga besar korban. Lantas, kembali terjadi cekcok antara keduanya. 

Entah setan apa yang merasuki pelaku, saat korban mengemasi barang-barangnya di kamar, pelaku langsung menebas leher istrinya dengan parang hingga nyaris putus.

Kapolres Kotim AKBP JP Siboro melalui Kapolsek Antang Kalang Iptu Afif Hasan saat dibincangi melalui telepon, Kamis (13/4) pagi membenarkan kejadian itu.

Saat dilakukan pemeriksaan, para penyidik dibuat terkejut oleh pengakuan pelaku. Apalagi, beberapa jam sebelum kejadian, kedua pasangan ini terlihat mesra dan bahagia. Bahkan sempat bercanda dan bermain dengan anak semata wayangnya.  Dari pengakuan pelaku, tepat pukul 14.00 WIB, korban masih mengemasi pakaian. Saat itu, pelaku ternyata sudah marah dan mengambil parang di dapur. “Pelaku sempat mempertanyakan kesetiaan korban, di mana pernah berjanji untuk bersama sehidup semati. Tetapi hanya karena isu ini, sang istri malah meninggalkannya,”ujarnya.

Mendapati jawaban yang tidak memuaskan, akhirnya pelaku langsung menebas leher korban dengan menggunakan parang hingga nyaris putus. Terlihat dua kali pelaku mengayunkan parang yang diperkirakan panjangnya sekitar 50 cm.  Korban yang saat itu sedang mengemasi pakaian dan tidak siap dengan serangan pelaku, langsung ambruk dan meninggal di lokasi kejadian. Korban mengalami luka yang cukup parah hingga leher nyaris putus. Usai membunuh, pelaku langsung menggendong anaknya yang saat itu masih berada di dalam bak mandi. Keduanya keluar rumah sambil berteriak-teriak bahwa dirinya usai membunuh istri tercinta. “Kami kenakan pelaku dengan pasal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,”urainya.(son/bud/dar)  


BACA JUGA

Minggu, 30 April 2017 16:02

LANGKA..! Orangutan Berbulu Putih Diselamatkan Polsek Kapuas Hulu

PALANGKA RAYA - Aksi penyelamatan orangutan dilakukan Polsek Kapuas Hulu Polres Kapuas, kali ini berhasil…

Minggu, 30 April 2017 12:43

Penetapan HET Material Galian C, Ini Kata Pengusaha

PALANGKA RAYA – Persoalan galian C terus menuai sorotan. Pasalnya, hasil galian C terutama pasir…

Minggu, 30 April 2017 12:31

PNBP Pertambangan di Bawah Target, Gubernur Instruksikan Penagihan Segera

PALANGKA RAYA – Rekapitulasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalteng terus dilakukan. Berbagai…

Minggu, 30 April 2017 10:32

MENGEJUTKAN..!! Ini Pelaku yang Membunuh Guru di Muara Teweh

MUARA TEWEH - Lima jam usai kejadian diduga pelaku pembunuhan Daya (50)  guru warga jalan Wonorejo,…

Minggu, 30 April 2017 10:17

GEMPAR..!! Guru di Bunuh, Mayatnya Ditemukan di Jurang

MUARA TEWEH – Kembali warga Muara Teweh dibuat gempar dengan aksi pembunuhan, yang terjadi di…

Minggu, 30 April 2017 08:50

Penetapan HET Material Galian C Perlu Libatkan Daerah

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng MH Rizal menilai, rencana pemerintah provinsi untuk menetapkan…

Minggu, 30 April 2017 08:10

Targetkan PAD Rp700 M, Pemprov Tarik Rp100/Kg Kelapa Sawit

PALANGKA RAYA – Kepala daerah 14 kabupaten/kota di Kalteng sepertinya harus benar-benar bekerja…

Sabtu, 29 April 2017 16:51

Waduh...! Rp2,3 M Lebih Hanya untuk Gaji Tenaga Kontrak di Dinas PUTR

PALANGKA RAYA-Ternyata nasib tenaga kontrak di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kalteng, cukup…

Sabtu, 29 April 2017 16:27

Permudah Perizinan, Pemprov Pangkas Birokrasi Izin Galian C

PALANGKA RAYA– Polemik terkait galian C segera menemui titik terang. Sebab, Pemprov Kalteng akan…

Sabtu, 29 April 2017 08:57

Pemprov Fokus Tambah PAD

PALANGKA RAYA– Ternyata Pendapatan Asli Daerah (PAD) sedang menjadi fokus utama Pemprov Kalteng.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .