MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Rabu, 12 April 2017 13:52
Kisah Pilu Komite Sekolah, Antara Das Sollen dan Das Sein

OLEH: DR. Rudyanti Dorotea Tobing, SH. M.Hum.

DR. Rudyanti Dorotea Tobing, SH. M.Hum.

PROKAL.CO, SAYA tidak bisa menyalahkan seratus persen kepada Komite Sekolah. Sebenarnya nasib Komite Sekolah pun sangat pilu. Komite sekolah yang diberi kedudukan terhormat oleh UU, dalam praktik hanya dijadikan sebagai alat mobilisasi dana.

Komite Sekolah harus berjuang keras mencari dana untuk kegiatan-kegiatan sekolah. Misalnya untuk kegiatan ekstra kurikuler, kegiatan keagamaan, kegiatan lomba dll. Kegiatan-kegiatan tersebut dibiayai oleh Komite Sekolah. Ketika ada kegiatan  di sekolah yang dibiayai oleh Komite, yang tampil dalam acara tersebut adalah pihak sekolah. Ketika siswa menjadi juara, yang tampil dengan bangga adalah pihak sekolah. Semua orang memuji-muji pihak sekolah, sementara pihak Komite Sekolah hanya bisa menangis tersedu...berdiri di sudut dalam sepi dan nestapa sambil mendengarkan nyanyian (baca: makian) orang tua siswa yang keberatan karena ada pungutan komite.

Komite Sekolah tidak berani bertindak tegas kepada pihak sekolah, karena pada umumnya pengurus Komite Sekolah adalah orang tua dari siswa yang bersekolah di sekolah tersebut. Tentulah ada kekuatiran, bila ada kontra dengan pihak sekolah jangan-jangan anaknya menjadi korban. Beberapa pengurus Komite Sekolah memilih nonaktif, daripada bermasalah dengan pihak sekolah demi keamanan anaknya. Sungguh pilu nasib Komite Sekolah, bagai makan buah simalakama.

Di sisi lain, dalam tataran das sollen, sesuai  amanat UU adalah Komite sebagai pengawas pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Dalam tataran praktik (das sein), peran ini nyaris hilang lenyap ditelan bumi, terutama pengawasan terhadap dana BOS.

Pemerintah telah melaksanakan kebijakan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak Juli 2005. Pada dasarnya program BOS adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi non personalia bagi sekolah sebagai pelaksana program wajib belajar 9 tahun. Secara khusus  program BOS bertujuan untuk membebaskan pungutan bagi seluruh siswa setingkat SD sampai SMP.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 13 Maret 2018 10:25

Plasma, Nikmatnya setelah Meninggal

PROGRAM kemitraan perusahaan besar swasta (PBS) sawit melalui plasma masih menjadi polemik. Plasma yang…

Senin, 12 Februari 2018 02:00
Lolos dari Lubang Aorta Dissection (3)

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

Minggu 11 feb 2017 Semua itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba…

Senin, 12 Februari 2018 01:56
Lolos dari Lubang Aorta Dissection (2)

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu

SAYA sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit…

Senin, 12 Februari 2018 01:51
Catatan Aortic Dissection (1)

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung

SAYA jatuh sakit lagi. Serius. Sangat serius. Akhir Desember lalu. Saat menjalani Umroh bersama keluarga.…

Minggu, 11 Februari 2018 07:41

Ketika Sembako Mengalir Sampai Jauh

Kolom Happy Monday tanggal 6 Pebruari 2018 yang lalu sungguh menarik. Terutama jika kita juga ikut melihat…

Selasa, 06 Februari 2018 15:23

Seruyan (Masih) Tertinggal 

SEBUAH video yang diupload oleh akun facebook Salidin Akhmad mendadak viral dua pekan terakhir. Video…

Senin, 08 Januari 2018 14:06
Happy Monday

Belajarlah Dulu

TULISAN ini terkesan cukup mendadak dibuat. Hanya sekitar dua jam sebelum jadwal deadline. Bukan karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .