MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 20 Maret 2017 10:17
Ketika Warga Binaan Menyulap Sampah Menjadi Produk Kreatif
Memiliki Nilai Jual dan Layak Tampil di Pameran
Sejumlah warga binaan Lapas Klas IIB Sampit terlihat sibuk memproduksi miniatur sepeda motor dan patung ikan jelawat dari tempurung kelapa. //LAPAS SAMPIT FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Jumlah warga binaan yang melebihi batas (overload) tidak membuat program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sampit terhambat. Sebaliknya, pengembangan kreativitas bagi warga binaan terus didorong. Bahkan beberapa barang bekas berhasil diolah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.

 GAZALI, Sampit  

Lapas Klas IIB Sampit tak henti-hentinya mengembangkan kreativitas bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satunya dengan menghasilkan kerajinan tangan bernilai jual beli tinggi. Uniknya, kerajinan yang dilakukan, memanfaatkan limbah masyarakat sebagai bahan dasarnya. Diantaranya tempurung kelapa, tali, sampai koran bekas. Ketiga bahan yang sudah tak terpakai ini disulap menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Lapas Klas IIB Sampit Muhammad Khaerun mengaku bangga kepada WBP yang mampu menghasilkan karya fantastis. Artinya siapa saja melihat pasti hendak memiliki barang yang dikreasi dan diciptakan WBP. "Contoh dari bahan tempurung kelapa diolah menjadi kerajinan patung ikan jelawat, miniatur motor, sepeda, masjid, asbak, gantungan kunci hingga kapal layar,” ungkap Khaerun merinci daftar kreativitas WBP.

“Sedangkan yang berbahan dasar koran bekas, lanjut Khaerun, dapat disulap menjadi miniatur kapal layar. Sedangkan limbah tali dikreasi menjadi tas cantik,” sambungnya.

Melihat hasil kerajinan tangan yang ada, maka Khaerun percaya jika warga binaan lain dapat mencontoh dan memotivasi diri sendiri. “Terus berkarya meskipun secara fisik terpenjara. Karena Semangat untuk terus maju tidak boleh putus,” imbuhnya.

Khaerun berharap, pengalaman dan kemampuan ini dapat menjadi bekal bagi WBP ketika kembali berbaur di tengah masyarakat. Malah dapat lebih baik dari sebelumnya.

“Dapat menjadi pribadi yang memiliki potensi ke arah positif. Ketika bebas bisa menggali sumber daya yang dimiliki dengan lebih kreatif dan menjadi bekal hidupnya," ucapnya memotivasi.

Sedangkan mengenai hasil karya WBP, Khaeron mengaku akan berusaha mencarikan “bapak angkat” alias pihak luar yang bersedia menjadi pemodal. Adanya bapak angkat diharapkan dapat menjadi pengembangan usaha.  “Agar hasil karya tersebut tidak hanya bisa dinikmati konsumen yang ada di Sampit. Jika perlu dipasarakan ke daerah lain atau seluruh Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, Agus Purwanto memberikan apresiasi atas hasil kerajinan yang dibuat WBP. Bahkan meminta hasil karya WBP diikutkan dalam pameran di Jakarta dalam waktu dekat ini. (ang/dar)                       


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .