MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 20 Maret 2017 10:17
Ketika Warga Binaan Menyulap Sampah Menjadi Produk Kreatif
Memiliki Nilai Jual dan Layak Tampil di Pameran
Sejumlah warga binaan Lapas Klas IIB Sampit terlihat sibuk memproduksi miniatur sepeda motor dan patung ikan jelawat dari tempurung kelapa. //LAPAS SAMPIT FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Jumlah warga binaan yang melebihi batas (overload) tidak membuat program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sampit terhambat. Sebaliknya, pengembangan kreativitas bagi warga binaan terus didorong. Bahkan beberapa barang bekas berhasil diolah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.

 GAZALI, Sampit  

Lapas Klas IIB Sampit tak henti-hentinya mengembangkan kreativitas bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satunya dengan menghasilkan kerajinan tangan bernilai jual beli tinggi. Uniknya, kerajinan yang dilakukan, memanfaatkan limbah masyarakat sebagai bahan dasarnya. Diantaranya tempurung kelapa, tali, sampai koran bekas. Ketiga bahan yang sudah tak terpakai ini disulap menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Lapas Klas IIB Sampit Muhammad Khaerun mengaku bangga kepada WBP yang mampu menghasilkan karya fantastis. Artinya siapa saja melihat pasti hendak memiliki barang yang dikreasi dan diciptakan WBP. "Contoh dari bahan tempurung kelapa diolah menjadi kerajinan patung ikan jelawat, miniatur motor, sepeda, masjid, asbak, gantungan kunci hingga kapal layar,” ungkap Khaerun merinci daftar kreativitas WBP.

“Sedangkan yang berbahan dasar koran bekas, lanjut Khaerun, dapat disulap menjadi miniatur kapal layar. Sedangkan limbah tali dikreasi menjadi tas cantik,” sambungnya.

Melihat hasil kerajinan tangan yang ada, maka Khaerun percaya jika warga binaan lain dapat mencontoh dan memotivasi diri sendiri. “Terus berkarya meskipun secara fisik terpenjara. Karena Semangat untuk terus maju tidak boleh putus,” imbuhnya.

Khaerun berharap, pengalaman dan kemampuan ini dapat menjadi bekal bagi WBP ketika kembali berbaur di tengah masyarakat. Malah dapat lebih baik dari sebelumnya.

“Dapat menjadi pribadi yang memiliki potensi ke arah positif. Ketika bebas bisa menggali sumber daya yang dimiliki dengan lebih kreatif dan menjadi bekal hidupnya," ucapnya memotivasi.

Sedangkan mengenai hasil karya WBP, Khaeron mengaku akan berusaha mencarikan “bapak angkat” alias pihak luar yang bersedia menjadi pemodal. Adanya bapak angkat diharapkan dapat menjadi pengembangan usaha.  “Agar hasil karya tersebut tidak hanya bisa dinikmati konsumen yang ada di Sampit. Jika perlu dipasarakan ke daerah lain atau seluruh Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, Agus Purwanto memberikan apresiasi atas hasil kerajinan yang dibuat WBP. Bahkan meminta hasil karya WBP diikutkan dalam pameran di Jakarta dalam waktu dekat ini. (ang/dar)                       


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .