MANAGED BY:
RABU
29 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL

FEATURE

Senin, 20 Maret 2017 10:17
Ketika Warga Binaan Menyulap Sampah Menjadi Produk Kreatif
Memiliki Nilai Jual dan Layak Tampil di Pameran
Sejumlah warga binaan Lapas Klas IIB Sampit terlihat sibuk memproduksi miniatur sepeda motor dan patung ikan jelawat dari tempurung kelapa. //LAPAS SAMPIT FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Jumlah warga binaan yang melebihi batas (overload) tidak membuat program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sampit terhambat. Sebaliknya, pengembangan kreativitas bagi warga binaan terus didorong. Bahkan beberapa barang bekas berhasil diolah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.

 GAZALI, Sampit  

Lapas Klas IIB Sampit tak henti-hentinya mengembangkan kreativitas bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satunya dengan menghasilkan kerajinan tangan bernilai jual beli tinggi. Uniknya, kerajinan yang dilakukan, memanfaatkan limbah masyarakat sebagai bahan dasarnya. Diantaranya tempurung kelapa, tali, sampai koran bekas. Ketiga bahan yang sudah tak terpakai ini disulap menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Lapas Klas IIB Sampit Muhammad Khaerun mengaku bangga kepada WBP yang mampu menghasilkan karya fantastis. Artinya siapa saja melihat pasti hendak memiliki barang yang dikreasi dan diciptakan WBP. "Contoh dari bahan tempurung kelapa diolah menjadi kerajinan patung ikan jelawat, miniatur motor, sepeda, masjid, asbak, gantungan kunci hingga kapal layar,” ungkap Khaerun merinci daftar kreativitas WBP.

“Sedangkan yang berbahan dasar koran bekas, lanjut Khaerun, dapat disulap menjadi miniatur kapal layar. Sedangkan limbah tali dikreasi menjadi tas cantik,” sambungnya.

Melihat hasil kerajinan tangan yang ada, maka Khaerun percaya jika warga binaan lain dapat mencontoh dan memotivasi diri sendiri. “Terus berkarya meskipun secara fisik terpenjara. Karena Semangat untuk terus maju tidak boleh putus,” imbuhnya.

Khaerun berharap, pengalaman dan kemampuan ini dapat menjadi bekal bagi WBP ketika kembali berbaur di tengah masyarakat. Malah dapat lebih baik dari sebelumnya.

“Dapat menjadi pribadi yang memiliki potensi ke arah positif. Ketika bebas bisa menggali sumber daya yang dimiliki dengan lebih kreatif dan menjadi bekal hidupnya," ucapnya memotivasi.

Sedangkan mengenai hasil karya WBP, Khaeron mengaku akan berusaha mencarikan “bapak angkat” alias pihak luar yang bersedia menjadi pemodal. Adanya bapak angkat diharapkan dapat menjadi pengembangan usaha.  “Agar hasil karya tersebut tidak hanya bisa dinikmati konsumen yang ada di Sampit. Jika perlu dipasarakan ke daerah lain atau seluruh Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, Agus Purwanto memberikan apresiasi atas hasil kerajinan yang dibuat WBP. Bahkan meminta hasil karya WBP diikutkan dalam pameran di Jakarta dalam waktu dekat ini. (ang/dar)                       


BACA JUGA

Selasa, 28 Maret 2017 14:36

Bulu Perindu, Pusaka Ajaib Suku Dayak untuk Pemikat Pasangan

Percaya atau tidak, bulu perindu diyakini sebagai warisan leluhur masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng),…

Selasa, 28 Maret 2017 14:10
Kisah Lidya, Bayi 18 Bulan Penderita Kerusakan Hati

Demi Sang Putri, Rela Donor Hati dan Pernah Disarankan Menjadi Pengemis

Kasih ibu sepanjang masa. Seorang ibu rela untuk melakukan apa saja bagi si buah hati. Seperti yang…

Rabu, 22 Maret 2017 11:35
Menelusuri Aktivitas Pertambangan Emas tanpa Izin di Kalteng (2/habis)

Polisi Datang, Penambang Tertidur di Pondok

Gerakan yang dilakukan Polres Kapuas merupakan bagian kecil, dari banyaknya aduan masyarakat terkait…

Rabu, 22 Maret 2017 11:31
Menelusuri Aktivitas Pertambangan Emas tanpa Izin di Kalteng (1)

Penambang Kecil Dilepas, Penambang Besar Diburu

Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmorang, memimpin langsung jajarannya turun ke lokasi Pertambangan Emas…

Rabu, 22 Maret 2017 10:13
Kacau-balaunya Pengelolaan Sampah di TPA Katingan

Ekskavator Baru Dikerahkan Setelah Terungkap Berserakan

Amburadulnya pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akhirnya mendapat penanganan dari Pemerintah…

Kamis, 16 Maret 2017 23:50
Desa Harowu, Kampung yang Memakai Tenaga Listrik PLTMH

Pakai Rice Cooker, Akan Dapat Sanksi Sosial

Kehidupan malam hari tanpa penerangan listrik terasa menyakitkan. Apalagi bagi masyarakat di pelosok-pelosok…

Rabu, 15 Maret 2017 12:37
Menengok Desa Sanggu Sebagai Lokasi Wisata Unggulan Barsel

Paling Dominan Dikunjungi, Penyumbang PAD Terbesar

Desa Sanggu sampai saat ini masih menjadi objek wisata unggulan masyarakat Barito Selatan (Barsel).…

Selasa, 14 Maret 2017 10:01
Pemkab dan DPRD Wajib Bersinergi Sukseskan Pembangunan Barsel

Seluruh Elemen Diminta Terus Pererat Silaturahmi dan Kerjasama

Dalam rangka menjadikan daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus, sebagai salah satu daerah maju…

Selasa, 14 Maret 2017 08:28
Ketika Pos Kamling Dibangun Warga Kelurahan Jingah

Bahan Bangunan Dibant Donatur, Warga Tambah Antusias

Keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum saja. Tetapi kerja sama…

Senin, 13 Maret 2017 20:10
Tingkatkan Minat Baca Buku Sebagai Jendela Dunia

Gelar Sayembara Bagi Guru Agar Terampil Menciptakan Karya Tulis

Pameran buku yang digelar di Taman Iring Witu Buntok, baru saja selesai dan ditutup pada tanggal 12…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .