MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 20 Maret 2017 10:17
Ketika Warga Binaan Menyulap Sampah Menjadi Produk Kreatif
Memiliki Nilai Jual dan Layak Tampil di Pameran
Sejumlah warga binaan Lapas Klas IIB Sampit terlihat sibuk memproduksi miniatur sepeda motor dan patung ikan jelawat dari tempurung kelapa. //LAPAS SAMPIT FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Jumlah warga binaan yang melebihi batas (overload) tidak membuat program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sampit terhambat. Sebaliknya, pengembangan kreativitas bagi warga binaan terus didorong. Bahkan beberapa barang bekas berhasil diolah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.

 GAZALI, Sampit  

Lapas Klas IIB Sampit tak henti-hentinya mengembangkan kreativitas bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satunya dengan menghasilkan kerajinan tangan bernilai jual beli tinggi. Uniknya, kerajinan yang dilakukan, memanfaatkan limbah masyarakat sebagai bahan dasarnya. Diantaranya tempurung kelapa, tali, sampai koran bekas. Ketiga bahan yang sudah tak terpakai ini disulap menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Lapas Klas IIB Sampit Muhammad Khaerun mengaku bangga kepada WBP yang mampu menghasilkan karya fantastis. Artinya siapa saja melihat pasti hendak memiliki barang yang dikreasi dan diciptakan WBP. "Contoh dari bahan tempurung kelapa diolah menjadi kerajinan patung ikan jelawat, miniatur motor, sepeda, masjid, asbak, gantungan kunci hingga kapal layar,” ungkap Khaerun merinci daftar kreativitas WBP.

“Sedangkan yang berbahan dasar koran bekas, lanjut Khaerun, dapat disulap menjadi miniatur kapal layar. Sedangkan limbah tali dikreasi menjadi tas cantik,” sambungnya.

Melihat hasil kerajinan tangan yang ada, maka Khaerun percaya jika warga binaan lain dapat mencontoh dan memotivasi diri sendiri. “Terus berkarya meskipun secara fisik terpenjara. Karena Semangat untuk terus maju tidak boleh putus,” imbuhnya.

Khaerun berharap, pengalaman dan kemampuan ini dapat menjadi bekal bagi WBP ketika kembali berbaur di tengah masyarakat. Malah dapat lebih baik dari sebelumnya.

“Dapat menjadi pribadi yang memiliki potensi ke arah positif. Ketika bebas bisa menggali sumber daya yang dimiliki dengan lebih kreatif dan menjadi bekal hidupnya," ucapnya memotivasi.

Sedangkan mengenai hasil karya WBP, Khaeron mengaku akan berusaha mencarikan “bapak angkat” alias pihak luar yang bersedia menjadi pemodal. Adanya bapak angkat diharapkan dapat menjadi pengembangan usaha.  “Agar hasil karya tersebut tidak hanya bisa dinikmati konsumen yang ada di Sampit. Jika perlu dipasarakan ke daerah lain atau seluruh Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, Agus Purwanto memberikan apresiasi atas hasil kerajinan yang dibuat WBP. Bahkan meminta hasil karya WBP diikutkan dalam pameran di Jakarta dalam waktu dekat ini. (ang/dar)                       


BACA JUGA

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…

Rabu, 25 Oktober 2017 08:32
Cara Polres Kotim Memberantas Peredaran Narkoba

Wajib! Perwira dan Anggota Dites Urine

Tingkat peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) benar-benar  membuat…

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:50
Mengintip “Mobil Goyang” di Kawasan Sport Center

Pasangan Mesum Kepergok, Ceweknya Istri ASN, Cowoknya Sopir Travel

Keberadaan mobil yang terparkir di kawasan Sport Center Pangkalan Bun, tampaknya membuat aparat penegak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .