MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 16 Maret 2017 23:50
Desa Harowu, Kampung yang Memakai Tenaga Listrik PLTMH
Pakai Rice Cooker, Akan Dapat Sanksi Sosial
Warga sedang memperbaiki peralatan PLTMH dan bendungan yang digunakan untuk menghasilkan tenaga lisrik di Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas. (WWF FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kehidupan malam hari tanpa penerangan listrik terasa menyakitkan. Apalagi bagi masyarakat di pelosok-pelosok Kalteng. Tapi itu tidak dialami warga Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Mereka menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Air terjun desa menjadi “juruselamat” mata mereka di malam hari.

YUNIZAR PRAJAMUFTI, Palangka Raya

HABIS gelap, terbitlah terang. Perasaan itu dialami masyarakat Desa Harowu beberapa tahun belakangan ini. Munculnya  ide pembangkit listrik itupun terjadi dari sebuah ketidaksengajaan.

Bermula ketika desa mereka kedatangan tamu dari World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia program Kalteng. Masyarakat saat itu diharapkan LSM internasional ini mampu menjaga lingkungan hidup di sana.

Tapi kata-kata WWF itu rupanya tidak mengena di hati sebagian warga Harowu. “Jika (WWF) hanya datang meminta menjaga lingkungan hidup, namun tidak bisa dinikmati masyarakat, itu merupakan hal omong kosong,” cerita  Sekretaris Desa Harowu, Sumadi, Rabu (14/3).

Pihaknya, lalu giliran meminta WWF. Permintaan terhadap LSM ini adalah tolong dicarikan terobosan yang menguntungkan bagi masyarakat desa. 

“Dengan sendirinya masyarakat mampu menjaga alam dan bisa mendapatkan keuntungan atau manfaat dari itu. Saya lalu mengajukan agar ada listrik di Harowu melalui energi air dari air terjun,” ucap Sumardi di gedung pertemuan Dinas Kehutanan Kalteng, Rabu (15/3).

Air terjun di Harowu banyak. Airnya terus berkesinambungan, sehingga potensi punya listrik sendiri sangat memungkinkan dan mampu membangun PLTMH.

“WWF datang pada 2009, namun program PLTMH ini baru berjalan akhir 2013. Jadi kami sudah dialiri listrik tiga tahun lebih. Sebelumnya, kami hanya memakai lentera untuk penerangan. Perekonomian masyarakat juga sangat terbantu,” ucap pria kelahiran Kalimantan Barat ini.

Bapak tiga anak ini mengatakan, sebelum PLTMH berjalan, prosesnya cukup panjang untuk menunggu studi kelayakannya. Sebab harus dihitung listrik bisa dihasilkan berapa agar tetap mampu digunakan walau sedang dalam musim kemarau.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…

Jumat, 02 Februari 2018 20:03

Ketika Makanan Berkurang, Beruang Masuk Permukiman

SEKILAS bentuknya lucu, karena ditutupi bulu hitam dengan corak keemasan. Tetapi untuk menangkapnya…

Selasa, 30 Januari 2018 08:33
Ketika Bripka Yulianto Menjadi Guru Sukarela

Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Sikap Disiplin Sejak Dini

Lengkap sudah keceriaan bocah-bocah TK Anggrek Tunas Baru, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai pagi itu, setelah…

Selasa, 23 Januari 2018 10:59
Ketika RSUD Sultan Imanuddin Terima Rujukan Pasien Gizi Buruk

Beri Susu Setiap 3 Jam, Obati Infeksi dan Peningkatan Berat Badan

Selama Januari 2018, RSUD Sultan Imanuddin (SI) Pangkalan Bun Menerima dua pasien rujukan dari RS Lamandau.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .