MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 16 Maret 2017 23:50
Desa Harowu, Kampung yang Memakai Tenaga Listrik PLTMH
Pakai Rice Cooker, Akan Dapat Sanksi Sosial
Warga sedang memperbaiki peralatan PLTMH dan bendungan yang digunakan untuk menghasilkan tenaga lisrik di Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas. (WWF FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kehidupan malam hari tanpa penerangan listrik terasa menyakitkan. Apalagi bagi masyarakat di pelosok-pelosok Kalteng. Tapi itu tidak dialami warga Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Mereka menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Air terjun desa menjadi “juruselamat” mata mereka di malam hari.

YUNIZAR PRAJAMUFTI, Palangka Raya

HABIS gelap, terbitlah terang. Perasaan itu dialami masyarakat Desa Harowu beberapa tahun belakangan ini. Munculnya  ide pembangkit listrik itupun terjadi dari sebuah ketidaksengajaan.

Bermula ketika desa mereka kedatangan tamu dari World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia program Kalteng. Masyarakat saat itu diharapkan LSM internasional ini mampu menjaga lingkungan hidup di sana.

Tapi kata-kata WWF itu rupanya tidak mengena di hati sebagian warga Harowu. “Jika (WWF) hanya datang meminta menjaga lingkungan hidup, namun tidak bisa dinikmati masyarakat, itu merupakan hal omong kosong,” cerita  Sekretaris Desa Harowu, Sumadi, Rabu (14/3).

Pihaknya, lalu giliran meminta WWF. Permintaan terhadap LSM ini adalah tolong dicarikan terobosan yang menguntungkan bagi masyarakat desa. 

“Dengan sendirinya masyarakat mampu menjaga alam dan bisa mendapatkan keuntungan atau manfaat dari itu. Saya lalu mengajukan agar ada listrik di Harowu melalui energi air dari air terjun,” ucap Sumardi di gedung pertemuan Dinas Kehutanan Kalteng, Rabu (15/3).

Air terjun di Harowu banyak. Airnya terus berkesinambungan, sehingga potensi punya listrik sendiri sangat memungkinkan dan mampu membangun PLTMH.

“WWF datang pada 2009, namun program PLTMH ini baru berjalan akhir 2013. Jadi kami sudah dialiri listrik tiga tahun lebih. Sebelumnya, kami hanya memakai lentera untuk penerangan. Perekonomian masyarakat juga sangat terbantu,” ucap pria kelahiran Kalimantan Barat ini.

Bapak tiga anak ini mengatakan, sebelum PLTMH berjalan, prosesnya cukup panjang untuk menunggu studi kelayakannya. Sebab harus dihitung listrik bisa dihasilkan berapa agar tetap mampu digunakan walau sedang dalam musim kemarau.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .