MANAGED BY:
SABTU
29 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 16 Maret 2017 23:50
Desa Harowu, Kampung yang Memakai Tenaga Listrik PLTMH
Pakai Rice Cooker, Akan Dapat Sanksi Sosial
Warga sedang memperbaiki peralatan PLTMH dan bendungan yang digunakan untuk menghasilkan tenaga lisrik di Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas. (WWF FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kehidupan malam hari tanpa penerangan listrik terasa menyakitkan. Apalagi bagi masyarakat di pelosok-pelosok Kalteng. Tapi itu tidak dialami warga Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Mereka menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Air terjun desa menjadi “juruselamat” mata mereka di malam hari.

YUNIZAR PRAJAMUFTI, Palangka Raya

HABIS gelap, terbitlah terang. Perasaan itu dialami masyarakat Desa Harowu beberapa tahun belakangan ini. Munculnya  ide pembangkit listrik itupun terjadi dari sebuah ketidaksengajaan.

Bermula ketika desa mereka kedatangan tamu dari World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia program Kalteng. Masyarakat saat itu diharapkan LSM internasional ini mampu menjaga lingkungan hidup di sana.

Tapi kata-kata WWF itu rupanya tidak mengena di hati sebagian warga Harowu. “Jika (WWF) hanya datang meminta menjaga lingkungan hidup, namun tidak bisa dinikmati masyarakat, itu merupakan hal omong kosong,” cerita  Sekretaris Desa Harowu, Sumadi, Rabu (14/3).

Pihaknya, lalu giliran meminta WWF. Permintaan terhadap LSM ini adalah tolong dicarikan terobosan yang menguntungkan bagi masyarakat desa. 

“Dengan sendirinya masyarakat mampu menjaga alam dan bisa mendapatkan keuntungan atau manfaat dari itu. Saya lalu mengajukan agar ada listrik di Harowu melalui energi air dari air terjun,” ucap Sumardi di gedung pertemuan Dinas Kehutanan Kalteng, Rabu (15/3).

Air terjun di Harowu banyak. Airnya terus berkesinambungan, sehingga potensi punya listrik sendiri sangat memungkinkan dan mampu membangun PLTMH.

“WWF datang pada 2009, namun program PLTMH ini baru berjalan akhir 2013. Jadi kami sudah dialiri listrik tiga tahun lebih. Sebelumnya, kami hanya memakai lentera untuk penerangan. Perekonomian masyarakat juga sangat terbantu,” ucap pria kelahiran Kalimantan Barat ini.

Bapak tiga anak ini mengatakan, sebelum PLTMH berjalan, prosesnya cukup panjang untuk menunggu studi kelayakannya. Sebab harus dihitung listrik bisa dihasilkan berapa agar tetap mampu digunakan walau sedang dalam musim kemarau.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 25 Juli 2017 21:04
Mengintip Beratnya Perjalanan Menuju PLTMG Bangkanai

Bergulat dengan Lumpur Demi Secercah Cahaya

PASOKAN listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) saat ini dapat dibilang sudah…

Senin, 24 Juli 2017 21:06

Indahnya Keakraban Sugianto Sabran, Ussy dan Andhika

Terputusnya hubungan percintaan bahkan perkawinan sekalipun, semestinya tidak turut memutuskan jalinan.…

Sabtu, 08 Juli 2017 23:32
Lebih Dekat dengan Nenek Salamah, Penghuni Panti Trisna Werdha (2/habis)

Tidak Ingin Merepotkan Anak dan Cucu, Siapkan Peralatan Ketika Meninggal

Sejatinya di usia senjanya nenek Salamah ingin hidup bahagia bersama anak dan cucunya. Namun apa daya?…

Jumat, 07 Juli 2017 21:24
Lebih Dekat dengan Nenek Salamah Penghuni Panti Trisna Werdha (1)

Pilih Tinggal di Panti Sampai Mati Daripada Hidup Bersama sang Anak

Ada tiga fase besar dalam kehidupan manusia, yakni lahir, hidup dan mati. Ketiga fase ini akan dilalui…

Rabu, 05 Juli 2017 13:29

Cerita Agustiar tentang Sugianto Sabran

SOSOK Sugianto Sabran bagi sang kakak, Agustiar Sabran, bukan hanya sekadar adik tapi juga teman dan…

Rabu, 05 Juli 2017 12:35

Melihat Permainan Baru Yang Menyedot Perhatian Anak-Anak

Eksavator mini tenaga air sedang digemari anak-anak. Mainan kecil yang sedang booming di daerah lain…

Senin, 03 Juli 2017 17:12
Arti Pakaian Dinas di Mata Purnawirawan Polri

Hargai dan Jangan Melukai Seragammu

Makna Tribata jangan hanya diucap secara lisan. Jangan hanya diucapkan saat masa-masa pendidikan. Tetapi…

Senin, 03 Juli 2017 16:48

Kisah Unik Usai Lebaran, Perjaka yang Nikahi Dua Gadis Sekaligus

Idulfitri 1438 Hijriyah ini tampaknya betul-betul membawa berkah bagi Dialah Senum (22). Bagaimana tidak,…

Sabtu, 01 Juli 2017 17:50
Melihat Objek Wisata Pantai di Kabupaten Kobar

Jadi Andalan Destinasi Wisata, Masyarakat Masih Buang Sampah Sembarangan

Dibalik indahnya pantai di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ada pekerjaan rumah bagi pemerintah…

Sabtu, 01 Juli 2017 10:00
Ziarah Warnai Peringatan HUT ke-71 Bhayangkara di Seruyan

Generasi Muda Diharapkan Miliki Semangat Seperti Pahlawan

Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kijang Kencana Kuala Pembuang mewarnai rangkaian peringatan Hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .