MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 15 Maret 2017 12:37
Menengok Desa Sanggu Sebagai Lokasi Wisata Unggulan Barsel
Paling Dominan Dikunjungi, Penyumbang PAD Terbesar
Lokasi wisata Sanggu selalu ramai dikunjungan masyarakat setiap hari libur dan hari-hari besar lainnya. //FOTO JENERI KALTENG POS

PROKAL.CO, Desa Sanggu sampai saat ini masih menjadi objek wisata unggulan masyarakat Barito Selatan (Barsel). Bahkan tidak jarang pengunjung berasal dari kabupaten dan provinsi tetangga. Desa ini merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Barsel.

JENERI S. MEKENG- Buntok

Menuju Lokasi Wisata Desa Sanggu, bisa ditempuh melewati dua jalur yakni darat dan sungai.  Melalui jalur darat hanya memerlukan waktu kurang lebih 11 menit. Sedangkan jalur sungai sangat jarang digunakan lagi dan biasanya ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam dari Kota Buntok.

Desa yang menyimpan cerita legenda misteri oleh warga masyarakat sekitar disebut ‘Kumbang Bernaung’ itu juga terdapat Danau Malawen yang menjadi andalan pemandangan objek wisatanya.  Pemkab melalui Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud), saat ini berusaha terus mengembangkan objek lokasi wisata tersebut, salah satunya dengan membangun tempat bersantai bagi para pengunjung yang ingin menikmati pemandangan Danau Malawen.

Selain itu, di kawasan setempat juga telah disiapkan sepeda air, jukung (perahu air tradisional), bagi para pengunjung yang ingin berwisata menyusuri Danau Malawen.  Kepala Disporaparbud  Barsel H. Raden Sudarto SH mengungkapkan, agar dapat lebih menarik minat masyarakat dalam mengunjungi lokasi wisata tersebut, pihaknya sering menggelar kegiatan panggung hiburan yang biasanya diadakan per triwulan.

“Selain sepeda air ditempat itu juga ada dua kolam renang khusus yang disediakan untuk anak-anak, dan keunikan lokasi wisata desa Sanggu lainnya adalah adanya bermacam-macam jenis anggrek alam,” jelasnya.  Masyarakat Desa Sanggu sangat dikenal memiliki keahlian membuat perahu tradisional, atau yang biasa disebut masyarakat setempat jukung. Pekerjaan tersebut sudah menjadi salah satu mata pencaharian warga setempat.

Menurutnya, lokasi wisata Desa Sanggu, paling banyak memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) dibandingkan dengan obyek wisata lainnya.  “Oleh karena itu, kami berharap agar semua pihak termasuk DPRD Barsel lebih membantu dan memperhatikan objek wisata di kawasan setempat. Sehingga ke depan kami berharap objek wisata di Barsel bisa menjadi salah satu andalan di Kalimantan Tengah,” ucapnya. (dar)

 


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…

Jumat, 02 Februari 2018 20:03

Ketika Makanan Berkurang, Beruang Masuk Permukiman

SEKILAS bentuknya lucu, karena ditutupi bulu hitam dengan corak keemasan. Tetapi untuk menangkapnya…

Selasa, 30 Januari 2018 08:33
Ketika Bripka Yulianto Menjadi Guru Sukarela

Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Sikap Disiplin Sejak Dini

Lengkap sudah keceriaan bocah-bocah TK Anggrek Tunas Baru, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai pagi itu, setelah…

Selasa, 23 Januari 2018 10:59
Ketika RSUD Sultan Imanuddin Terima Rujukan Pasien Gizi Buruk

Beri Susu Setiap 3 Jam, Obati Infeksi dan Peningkatan Berat Badan

Selama Januari 2018, RSUD Sultan Imanuddin (SI) Pangkalan Bun Menerima dua pasien rujukan dari RS Lamandau.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .