MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 12 Maret 2017 16:20
Melihat Upaya Mempromosikan Budaya dan Kesenian Kalteng ke Dunia
Wow...! Bule Pun Garap Film Dokumenter Tarian Khas Dayak
Guillaume Sanchez saat menari di halaman Rumah Betang milik Syaer Sua, Tumbang Manggu, Katingan, beberapa waktu lalu. (PIERCE FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Budaya Dayak Kalteng bisa dipromosikan ke pentas internasional. Nilai yang terkandung dalam kesenian tari mengandung pesan menjaga alam, hidup bersama alam dan jangan hancurkan alam. Pesan moral tersebut, ingin disampaikan dalam film dokumenter Dance Around the Globe (DATG) yang diproduksi oleh Borneo Productions International (BPI) dan disutradarai Pierce Vaughn.

YUNIZAR PRAJAMUFTI, Palangka Raya

SAAT bertemu di sebuah kafe ternama di Palangka Raya, penulis disambut hangat oleh Pierce, Sabtu (11/3). Sangat banyak cerita dan pesan yang ingin disampaikannya.

Dengan penuh semangat ia menjelaskan proyek film dokumenternya  yang menghabiskan waktu dua tahun lebih itu, dipersembahkan kepada seluruh penjuru dunia. Film itu, kini bisa diakses di youtube.com/dancearoundtheglobe.

Dia menceritakan, proyek film Dance Around The Globe atau secara harafiah berarti menari keliling dunia. Berawal dari pertemuan dengan sepupunya Guillaume Sanchez, untuk mebuat program TV Show. Guillaume sangat tertarik dalam dunia tari sejak kecil. Mengetahui Pierce berkecimpung di dunai produksi film.

“Dari situ berencana membuat film TV Show nonprofit. Dia keliling dunia dan belajar tari eksotis sepeti Tari Hula dari Hawai,” ucap Pierce dengan berbahasa Indonesia.

Konsepnya, sambung Pierce, Guillaume pergi ke suatu negara dan belajar tari selama satu minggu dengan orang lokal. Dia harus menampilkan tarian itu di hadapan masyarakat lokal. Karena Peirce sudah berada di Palangka Raya selama tujuh tahun dan sering melihat tarian Dayak di berbagai acara. Menurutnya, tarian Dayak sangat eksotis. Negara lain tidak bisa melihat tarian eksotis khas Dayak.

“Ketika ada penampilan dari salah satu sanggar, saya kirim video itu ke Guillaume dan dia langsung tertarik. Gouilloume langsung mengatakan tarian itu tarian luar biasa dan tarian sepeti itu yang ingin ia pelajari. Jadi kita putuskan untuk bikin poyek pertama di Kalteng,” ujar pria kelahiran Prancis 19 April 1984 ini.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini juga menyampaikan, dengan begitu dirinya memutuskan untuk mencari sanggar di Palangka Raya yang bisa membantu proyek filmnya. Dia direkomendasikan teman-temannya agar bekerja sama dengan Sanggar Tutwuri Handayani binaan Jimy O Andin.

“Setelah bertemu dan pihak dari Sanggar Tutwuri Handayani setuju, kita pelajari Tari Tegah Penyang. Tarian perang tapi bukan memerangi orang lain. Perang melawan diri sendiri untuk menjadi seseorang. Tarian ini juga mengajarkan kedekatan kepada alam. Itu penting sekali. Kalu mau belajar budaya Dayak harus mengerti tentang alam,” tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .