MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 12 Maret 2017 16:20
Melihat Upaya Mempromosikan Budaya dan Kesenian Kalteng ke Dunia
Wow...! Bule Pun Garap Film Dokumenter Tarian Khas Dayak
Guillaume Sanchez saat menari di halaman Rumah Betang milik Syaer Sua, Tumbang Manggu, Katingan, beberapa waktu lalu. (PIERCE FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Budaya Dayak Kalteng bisa dipromosikan ke pentas internasional. Nilai yang terkandung dalam kesenian tari mengandung pesan menjaga alam, hidup bersama alam dan jangan hancurkan alam. Pesan moral tersebut, ingin disampaikan dalam film dokumenter Dance Around the Globe (DATG) yang diproduksi oleh Borneo Productions International (BPI) dan disutradarai Pierce Vaughn.

YUNIZAR PRAJAMUFTI, Palangka Raya

SAAT bertemu di sebuah kafe ternama di Palangka Raya, penulis disambut hangat oleh Pierce, Sabtu (11/3). Sangat banyak cerita dan pesan yang ingin disampaikannya.

Dengan penuh semangat ia menjelaskan proyek film dokumenternya  yang menghabiskan waktu dua tahun lebih itu, dipersembahkan kepada seluruh penjuru dunia. Film itu, kini bisa diakses di youtube.com/dancearoundtheglobe.

Dia menceritakan, proyek film Dance Around The Globe atau secara harafiah berarti menari keliling dunia. Berawal dari pertemuan dengan sepupunya Guillaume Sanchez, untuk mebuat program TV Show. Guillaume sangat tertarik dalam dunia tari sejak kecil. Mengetahui Pierce berkecimpung di dunai produksi film.

“Dari situ berencana membuat film TV Show nonprofit. Dia keliling dunia dan belajar tari eksotis sepeti Tari Hula dari Hawai,” ucap Pierce dengan berbahasa Indonesia.

Konsepnya, sambung Pierce, Guillaume pergi ke suatu negara dan belajar tari selama satu minggu dengan orang lokal. Dia harus menampilkan tarian itu di hadapan masyarakat lokal. Karena Peirce sudah berada di Palangka Raya selama tujuh tahun dan sering melihat tarian Dayak di berbagai acara. Menurutnya, tarian Dayak sangat eksotis. Negara lain tidak bisa melihat tarian eksotis khas Dayak.

“Ketika ada penampilan dari salah satu sanggar, saya kirim video itu ke Guillaume dan dia langsung tertarik. Gouilloume langsung mengatakan tarian itu tarian luar biasa dan tarian sepeti itu yang ingin ia pelajari. Jadi kita putuskan untuk bikin poyek pertama di Kalteng,” ujar pria kelahiran Prancis 19 April 1984 ini.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini juga menyampaikan, dengan begitu dirinya memutuskan untuk mencari sanggar di Palangka Raya yang bisa membantu proyek filmnya. Dia direkomendasikan teman-temannya agar bekerja sama dengan Sanggar Tutwuri Handayani binaan Jimy O Andin.

“Setelah bertemu dan pihak dari Sanggar Tutwuri Handayani setuju, kita pelajari Tari Tegah Penyang. Tarian perang tapi bukan memerangi orang lain. Perang melawan diri sendiri untuk menjadi seseorang. Tarian ini juga mengajarkan kedekatan kepada alam. Itu penting sekali. Kalu mau belajar budaya Dayak harus mengerti tentang alam,” tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:50
Mengintip “Mobil Goyang” di Kawasan Sport Center

Pasangan Mesum Kepergok, Ceweknya Istri ASN, Cowoknya Sopir Travel

Keberadaan mobil yang terparkir di kawasan Sport Center Pangkalan Bun, tampaknya membuat aparat penegak…

Kamis, 05 Oktober 2017 06:41
Cara Kodim 1015 Sampit Memperingati Hari Jadi

Dandim Kunjungi Bocah Lumpuh dan Berikan Santunan

Berbagai kegiatan sosial dilaksanakan Kodim 1015 Sampit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72,…

Sabtu, 23 September 2017 07:48
Kesan Armada Band Manggung Pertama di Lamandau

Lantunkan 10 Lagu, Takjub Lihat Antusias Penonton

Kehadiran grup band Armada di Bumi Bahaum Bakuba Kabupaten Lamandau dalam memeriahkan Pesta Paduan Suara…

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .