MANAGED BY:
RABU
29 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL

FEATURE

Minggu, 12 Maret 2017 16:20
Melihat Upaya Mempromosikan Budaya dan Kesenian Kalteng ke Dunia
Wow...! Bule Pun Garap Film Dokumenter Tarian Khas Dayak
Guillaume Sanchez saat menari di halaman Rumah Betang milik Syaer Sua, Tumbang Manggu, Katingan, beberapa waktu lalu. (PIERCE FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Budaya Dayak Kalteng bisa dipromosikan ke pentas internasional. Nilai yang terkandung dalam kesenian tari mengandung pesan menjaga alam, hidup bersama alam dan jangan hancurkan alam. Pesan moral tersebut, ingin disampaikan dalam film dokumenter Dance Around the Globe (DATG) yang diproduksi oleh Borneo Productions International (BPI) dan disutradarai Pierce Vaughn.

YUNIZAR PRAJAMUFTI, Palangka Raya

SAAT bertemu di sebuah kafe ternama di Palangka Raya, penulis disambut hangat oleh Pierce, Sabtu (11/3). Sangat banyak cerita dan pesan yang ingin disampaikannya.

Dengan penuh semangat ia menjelaskan proyek film dokumenternya  yang menghabiskan waktu dua tahun lebih itu, dipersembahkan kepada seluruh penjuru dunia. Film itu, kini bisa diakses di youtube.com/dancearoundtheglobe.

Dia menceritakan, proyek film Dance Around The Globe atau secara harafiah berarti menari keliling dunia. Berawal dari pertemuan dengan sepupunya Guillaume Sanchez, untuk mebuat program TV Show. Guillaume sangat tertarik dalam dunia tari sejak kecil. Mengetahui Pierce berkecimpung di dunai produksi film.

“Dari situ berencana membuat film TV Show nonprofit. Dia keliling dunia dan belajar tari eksotis sepeti Tari Hula dari Hawai,” ucap Pierce dengan berbahasa Indonesia.

Konsepnya, sambung Pierce, Guillaume pergi ke suatu negara dan belajar tari selama satu minggu dengan orang lokal. Dia harus menampilkan tarian itu di hadapan masyarakat lokal. Karena Peirce sudah berada di Palangka Raya selama tujuh tahun dan sering melihat tarian Dayak di berbagai acara. Menurutnya, tarian Dayak sangat eksotis. Negara lain tidak bisa melihat tarian eksotis khas Dayak.

“Ketika ada penampilan dari salah satu sanggar, saya kirim video itu ke Guillaume dan dia langsung tertarik. Gouilloume langsung mengatakan tarian itu tarian luar biasa dan tarian sepeti itu yang ingin ia pelajari. Jadi kita putuskan untuk bikin poyek pertama di Kalteng,” ujar pria kelahiran Prancis 19 April 1984 ini.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini juga menyampaikan, dengan begitu dirinya memutuskan untuk mencari sanggar di Palangka Raya yang bisa membantu proyek filmnya. Dia direkomendasikan teman-temannya agar bekerja sama dengan Sanggar Tutwuri Handayani binaan Jimy O Andin.

“Setelah bertemu dan pihak dari Sanggar Tutwuri Handayani setuju, kita pelajari Tari Tegah Penyang. Tarian perang tapi bukan memerangi orang lain. Perang melawan diri sendiri untuk menjadi seseorang. Tarian ini juga mengajarkan kedekatan kepada alam. Itu penting sekali. Kalu mau belajar budaya Dayak harus mengerti tentang alam,” tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 28 Maret 2017 14:10
Kisah Lidya, Bayi 18 Bulan Penderita Kerusakan Hati

Demi Sang Putri, Rela Donor Hati dan Pernah Disarankan Menjadi Pengemis

Kasih ibu sepanjang masa. Seorang ibu rela untuk melakukan apa saja bagi si buah hati. Seperti yang…

Rabu, 22 Maret 2017 11:35
Menelusuri Aktivitas Pertambangan Emas tanpa Izin di Kalteng (2/habis)

Polisi Datang, Penambang Tertidur di Pondok

Gerakan yang dilakukan Polres Kapuas merupakan bagian kecil, dari banyaknya aduan masyarakat terkait…

Rabu, 22 Maret 2017 11:31
Menelusuri Aktivitas Pertambangan Emas tanpa Izin di Kalteng (1)

Penambang Kecil Dilepas, Penambang Besar Diburu

Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmorang, memimpin langsung jajarannya turun ke lokasi Pertambangan Emas…

Rabu, 22 Maret 2017 10:13
Kacau-balaunya Pengelolaan Sampah di TPA Katingan

Ekskavator Baru Dikerahkan Setelah Terungkap Berserakan

Amburadulnya pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akhirnya mendapat penanganan dari Pemerintah…

Senin, 20 Maret 2017 10:17
Ketika Warga Binaan Menyulap Sampah Menjadi Produk Kreatif

Memiliki Nilai Jual dan Layak Tampil di Pameran

Jumlah warga binaan yang melebihi batas (overload) tidak membuat program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan…

Kamis, 16 Maret 2017 23:50
Desa Harowu, Kampung yang Memakai Tenaga Listrik PLTMH

Pakai Rice Cooker, Akan Dapat Sanksi Sosial

Kehidupan malam hari tanpa penerangan listrik terasa menyakitkan. Apalagi bagi masyarakat di pelosok-pelosok…

Rabu, 15 Maret 2017 12:37
Menengok Desa Sanggu Sebagai Lokasi Wisata Unggulan Barsel

Paling Dominan Dikunjungi, Penyumbang PAD Terbesar

Desa Sanggu sampai saat ini masih menjadi objek wisata unggulan masyarakat Barito Selatan (Barsel).…

Selasa, 14 Maret 2017 10:01
Pemkab dan DPRD Wajib Bersinergi Sukseskan Pembangunan Barsel

Seluruh Elemen Diminta Terus Pererat Silaturahmi dan Kerjasama

Dalam rangka menjadikan daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus, sebagai salah satu daerah maju…

Selasa, 14 Maret 2017 08:28
Ketika Pos Kamling Dibangun Warga Kelurahan Jingah

Bahan Bangunan Dibant Donatur, Warga Tambah Antusias

Keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum saja. Tetapi kerja sama…

Senin, 13 Maret 2017 20:10
Tingkatkan Minat Baca Buku Sebagai Jendela Dunia

Gelar Sayembara Bagi Guru Agar Terampil Menciptakan Karya Tulis

Pameran buku yang digelar di Taman Iring Witu Buntok, baru saja selesai dan ditutup pada tanggal 12…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .