MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 12 Maret 2017 16:20
Melihat Upaya Mempromosikan Budaya dan Kesenian Kalteng ke Dunia
Wow...! Bule Pun Garap Film Dokumenter Tarian Khas Dayak
Guillaume Sanchez saat menari di halaman Rumah Betang milik Syaer Sua, Tumbang Manggu, Katingan, beberapa waktu lalu. (PIERCE FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Budaya Dayak Kalteng bisa dipromosikan ke pentas internasional. Nilai yang terkandung dalam kesenian tari mengandung pesan menjaga alam, hidup bersama alam dan jangan hancurkan alam. Pesan moral tersebut, ingin disampaikan dalam film dokumenter Dance Around the Globe (DATG) yang diproduksi oleh Borneo Productions International (BPI) dan disutradarai Pierce Vaughn.

YUNIZAR PRAJAMUFTI, Palangka Raya

SAAT bertemu di sebuah kafe ternama di Palangka Raya, penulis disambut hangat oleh Pierce, Sabtu (11/3). Sangat banyak cerita dan pesan yang ingin disampaikannya.

Dengan penuh semangat ia menjelaskan proyek film dokumenternya  yang menghabiskan waktu dua tahun lebih itu, dipersembahkan kepada seluruh penjuru dunia. Film itu, kini bisa diakses di youtube.com/dancearoundtheglobe.

Dia menceritakan, proyek film Dance Around The Globe atau secara harafiah berarti menari keliling dunia. Berawal dari pertemuan dengan sepupunya Guillaume Sanchez, untuk mebuat program TV Show. Guillaume sangat tertarik dalam dunia tari sejak kecil. Mengetahui Pierce berkecimpung di dunai produksi film.

“Dari situ berencana membuat film TV Show nonprofit. Dia keliling dunia dan belajar tari eksotis sepeti Tari Hula dari Hawai,” ucap Pierce dengan berbahasa Indonesia.

Konsepnya, sambung Pierce, Guillaume pergi ke suatu negara dan belajar tari selama satu minggu dengan orang lokal. Dia harus menampilkan tarian itu di hadapan masyarakat lokal. Karena Peirce sudah berada di Palangka Raya selama tujuh tahun dan sering melihat tarian Dayak di berbagai acara. Menurutnya, tarian Dayak sangat eksotis. Negara lain tidak bisa melihat tarian eksotis khas Dayak.

“Ketika ada penampilan dari salah satu sanggar, saya kirim video itu ke Guillaume dan dia langsung tertarik. Gouilloume langsung mengatakan tarian itu tarian luar biasa dan tarian sepeti itu yang ingin ia pelajari. Jadi kita putuskan untuk bikin poyek pertama di Kalteng,” ujar pria kelahiran Prancis 19 April 1984 ini.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini juga menyampaikan, dengan begitu dirinya memutuskan untuk mencari sanggar di Palangka Raya yang bisa membantu proyek filmnya. Dia direkomendasikan teman-temannya agar bekerja sama dengan Sanggar Tutwuri Handayani binaan Jimy O Andin.

“Setelah bertemu dan pihak dari Sanggar Tutwuri Handayani setuju, kita pelajari Tari Tegah Penyang. Tarian perang tapi bukan memerangi orang lain. Perang melawan diri sendiri untuk menjadi seseorang. Tarian ini juga mengajarkan kedekatan kepada alam. Itu penting sekali. Kalu mau belajar budaya Dayak harus mengerti tentang alam,” tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .