MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Sabtu, 25 Februari 2017 08:45
AHY dalam Konstelasi Politik
UZ MIKDAR

PROKAL.CO, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tatkala diputuskan untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta, tentu banyak orang yang kaget seakan mendadak dan dipaksakan. Hal itu, karena AHY pada saat tersebut dianggap masih muda dengan status militer aktif, bahkan sebagian masyarakat menyayangkan keputusan tersebut itu, karena AHY termasuk prajurit dengan prestasi yang relatif “cemerlang” yang dimungkinkan bisa meraih prestasi tinggi di kemiliteran.

Keputusan yang mengagetkan dari sebagian masyarakat tersebut, bagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)tentu dengan hitungan-hitungan politik dan sosial yang matang, serta tidak lepas`dari dukungan berbagai fihak terlebih untuk SBY sebagai orang tuanya sendiri dan sebagai Presiden keenam Indonesia yang memiliki kematangan dalam berpolitik. Kekagetan yang ada, dikarenakan AHY adalah anggota militer aktif dengan prestasi tinggi, masih muda, cerdas, juga memiliki pengalaman akademik yang relatif tinggi pula yang diprediksi akan menjadi perwira tinggi dengan kepangkatan yang tinggi pula. Sedangkan pengalaman dalam politik bagi AHY masih kurang, bila dibandingkan dengan adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono “Ibas” dan generasi seusianya yang lebih dahulu terjun di kancah politik Indonesia.

Bila keberanian SBY dalam merestui anaknya AHY menjadi calon gubernur DKI Jakartasudah barang tentu punya analisis yang kuat dan kalkulasi politik yang tajam untuk mendorong AHY menjadi bagian dari politik Indonesia. Terlebih SBY, tidak saja sebagai mantan presiden yang relatif sukses, juga memiliki kemampuan dalam politik, relasi politik, relasi sosial-emosional lainnya yang relatif masih kuat dalam berbagai strata struktural dan lapisan masyarakat lainnya, disamping analisis tantangan yang harus dihadapinya dari segmen-segmen yang tidak sejalan dengan “roh” politiknya SBY.

Asumsi yang pernah beredar sebelum Pilgub DKI dilaksanakan, yang terkait dengan “keberanian” mengajukan AHY untuk terjun ke dunia politk dan meninggalkan dunia kemiliteran, adalah dengan asumsi: (1) bila AHY terpilih menjadi gubernur DKI, maka AHY akan lebih cepat menjadi tokoh politik bahkan memiliki “branding” nasional dibandingkan karir di kemiliterannya, yang memerlukan waktu dan rentang kepangkatan stidaknya enam tingkatan yang harus dilalui AHY untuk bisa menjadi puncak pimpinan kemiliteran di Indonesia. Disamping posisi Jakarta sebagai ibu kota negara yang memiliki nilai-nilai “prestisius” tidak saja secara nasional  bahkan internasional; dan (2) bila AHY kalah menjadi gubernur DKI, maka AHY akan didorong untuk totalitas menjadi bagian dari partai politik di Indonesia, terlebih bila AHY menjadi ketua umum partai, maka ketokohan nasional AHY akan lebih cepat dan peluang menjadibagian dari alternatif kepemimpinan nasional kedepan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 13 Maret 2018 10:25

Plasma, Nikmatnya setelah Meninggal

PROGRAM kemitraan perusahaan besar swasta (PBS) sawit melalui plasma masih menjadi polemik. Plasma yang…

Senin, 12 Februari 2018 02:00
Lolos dari Lubang Aorta Dissection (3)

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

Minggu 11 feb 2017 Semua itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba…

Senin, 12 Februari 2018 01:56
Lolos dari Lubang Aorta Dissection (2)

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu

SAYA sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit…

Senin, 12 Februari 2018 01:51
Catatan Aortic Dissection (1)

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung

SAYA jatuh sakit lagi. Serius. Sangat serius. Akhir Desember lalu. Saat menjalani Umroh bersama keluarga.…

Minggu, 11 Februari 2018 07:41

Ketika Sembako Mengalir Sampai Jauh

Kolom Happy Monday tanggal 6 Pebruari 2018 yang lalu sungguh menarik. Terutama jika kita juga ikut melihat…

Selasa, 06 Februari 2018 15:23

Seruyan (Masih) Tertinggal 

SEBUAH video yang diupload oleh akun facebook Salidin Akhmad mendadak viral dua pekan terakhir. Video…

Senin, 08 Januari 2018 14:06
Happy Monday

Belajarlah Dulu

TULISAN ini terkesan cukup mendadak dibuat. Hanya sekitar dua jam sebelum jadwal deadline. Bukan karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .