MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Sabtu, 25 Februari 2017 08:45
AHY dalam Konstelasi Politik
UZ MIKDAR

PROKAL.CO, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tatkala diputuskan untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta, tentu banyak orang yang kaget seakan mendadak dan dipaksakan. Hal itu, karena AHY pada saat tersebut dianggap masih muda dengan status militer aktif, bahkan sebagian masyarakat menyayangkan keputusan tersebut itu, karena AHY termasuk prajurit dengan prestasi yang relatif “cemerlang” yang dimungkinkan bisa meraih prestasi tinggi di kemiliteran.

Keputusan yang mengagetkan dari sebagian masyarakat tersebut, bagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)tentu dengan hitungan-hitungan politik dan sosial yang matang, serta tidak lepas`dari dukungan berbagai fihak terlebih untuk SBY sebagai orang tuanya sendiri dan sebagai Presiden keenam Indonesia yang memiliki kematangan dalam berpolitik. Kekagetan yang ada, dikarenakan AHY adalah anggota militer aktif dengan prestasi tinggi, masih muda, cerdas, juga memiliki pengalaman akademik yang relatif tinggi pula yang diprediksi akan menjadi perwira tinggi dengan kepangkatan yang tinggi pula. Sedangkan pengalaman dalam politik bagi AHY masih kurang, bila dibandingkan dengan adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono “Ibas” dan generasi seusianya yang lebih dahulu terjun di kancah politik Indonesia.

Bila keberanian SBY dalam merestui anaknya AHY menjadi calon gubernur DKI Jakartasudah barang tentu punya analisis yang kuat dan kalkulasi politik yang tajam untuk mendorong AHY menjadi bagian dari politik Indonesia. Terlebih SBY, tidak saja sebagai mantan presiden yang relatif sukses, juga memiliki kemampuan dalam politik, relasi politik, relasi sosial-emosional lainnya yang relatif masih kuat dalam berbagai strata struktural dan lapisan masyarakat lainnya, disamping analisis tantangan yang harus dihadapinya dari segmen-segmen yang tidak sejalan dengan “roh” politiknya SBY.

Asumsi yang pernah beredar sebelum Pilgub DKI dilaksanakan, yang terkait dengan “keberanian” mengajukan AHY untuk terjun ke dunia politk dan meninggalkan dunia kemiliteran, adalah dengan asumsi: (1) bila AHY terpilih menjadi gubernur DKI, maka AHY akan lebih cepat menjadi tokoh politik bahkan memiliki “branding” nasional dibandingkan karir di kemiliterannya, yang memerlukan waktu dan rentang kepangkatan stidaknya enam tingkatan yang harus dilalui AHY untuk bisa menjadi puncak pimpinan kemiliteran di Indonesia. Disamping posisi Jakarta sebagai ibu kota negara yang memiliki nilai-nilai “prestisius” tidak saja secara nasional  bahkan internasional; dan (2) bila AHY kalah menjadi gubernur DKI, maka AHY akan didorong untuk totalitas menjadi bagian dari partai politik di Indonesia, terlebih bila AHY menjadi ketua umum partai, maka ketokohan nasional AHY akan lebih cepat dan peluang menjadibagian dari alternatif kepemimpinan nasional kedepan.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 04 September 2017 09:06

Arah Baru dari Empat Jurus Mobil Listrik

KINI ada dua aliran besar dalam penggunaan energi mobil listrik. Aliran baterai dan aliran hydrogen…

Senin, 21 Agustus 2017 11:15

Cahaya Mobil Listrik dari Sosok Nur

Semoga ini adalah awal yang indah untuk kendaraan listrik,....Amiin....21 Agustus 2017Pemecah telur…

Senin, 14 Agustus 2017 12:25

Sulitnya (Punya) Anak Superpandai

UMUR Audrey baru empat tahun. Saat itu. Tapi pertanyaannya setinggi filosof: Ke mana perginya rasa bahagia?…

Minggu, 13 Agustus 2017 00:35

Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

SAYA sebenarnya sangat tertarik pada cerita dosen Unair yang sayang saya tak tahu namanya. Di beberapa…

Kamis, 10 Agustus 2017 12:40

Mencari Glue Guy

PADA 2009 saya belajar. Orang paling berharga belum tentu yang paling pintar, paling cepat, atau paling…

Selasa, 08 Agustus 2017 10:58

Memang Tidak Semua Laki-Laki seperti Pak Basofi

Selamat jalan pak Basofi..... 08 Agustus 2017  Dia jenderal. Dia ulama. Dia artis. Dia birokrat.…

Selasa, 01 Agustus 2017 10:03

Urgensi Fasilitas Jabatan Hakim

PERSOALAN penegakan hukum tidak terlepas dari peran hakim sebagai ujung tombak penegakan hukum di Indonesia.…

Selasa, 01 Agustus 2017 07:21

Ekonomi Menunggu Obat Ayam Stres

Saya bersyukur kedatangan ahli yang satu ini. Yang bisa jadi teman diskusi untuk persoalan berat saat…

Rabu, 26 Juli 2017 15:28

Si Tou Timou Tumou Tou

KALAU anda baru pertama kali ke Manado dan masuk melalui bandar udara Sam Ratulangi, di sekitar bandara,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .