MANAGED BY:
RABU
29 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL

ARTIKEL

Minggu, 19 Februari 2017 08:48
Persaingan, Persaudaraan dan Persahabatan
UFC dan Pilkada

Oleh: UZ Mikdar

UZ Mikdar

PROKAL.CO, UFC (Ultimate Fighting Championship) adalah salah satu organisasi olahraga  bela diri  modern yang menggabungkan berbagai macam bela diri menjadi satu, selain UFC ada juga One Fighting Championship (One FC), dan One Pride yang berada di Indonesia. UFC merupakan olahraga bela diri MMA (Mixed Martial Arts), yaitu sebuah olahraga yang memiliki aturan yang lebih bebas dari bela diri lain, dimana atlet atau petarung diperbolehkan untuk memukul, menendang bahkan dengan lutut dan sikut bahkan kuncian.

Olahraga ini menjadi daya tarik tersendiri dan pertunjukan yang menarik dan menjadi yang sangat pesat perkembangannya, termasuk di Indonesia dengan adanya One Pride MMA Indonesia. Anak muda yang gemar dengan tantangan, dan aktualisasi diri tentuanya menjadi alasan untuk menggeluti olahraga MMA ini termasuk pertimbangan penghasilan secara financial.

Diberbagai sumber menyatakan bahwa, organisasi MMA pertama di dunia adalah UFC. UFC pada  awalnya mempertemukan berbagai petarung  dari berbagai  bela diri yang berbeda untuk  mengetahui  bela diri  mana  yang  paling hebat dan efektif. Tidak  ada batasan  berat badan sehingga  banyak pertarungan  antara  petarung besar  dan  petarung kecil.

Setelah berlangsung  sekian  waktu, banyak petarung  yang mengadopsi  gaya  bertarung  dari bela diri lain, terutama ju jitsu yang akhirnya  membentuk cabang  bela diri baru yaitu MMA yang dipertontonkan UFC saat ini. Keamanan MMA sekarang juga diperketat dengan pemakaian sarung khusus MMA dan standarisasi aturan yang ditetapkan UFC, sehingga  semakin  banyak orang yang tertarik untuk mempelajari MMA.

Petarung UFC dalam mengikuti pertandingan diperbolehkan untuk memukul, menendang bahkan dengan lutut dan sikut bahkan kuncian terhadap lawannya. Diantara petarung UFC yang sangat terkenal adalah George Saint Pierre (GSP), Jon Jones, dan petarung wanita adalah Ronda Rousey, mereka tidak saja petarung yang hebat, kaya dari hasil pertarungannya juga bisa memberi pertunjukan bertanding “bertarung” dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sosial yang sangat luar biasa, seperti menunjukkan sikap positif dalam octagon (segi delapan) tempat bertanding petarung. Sikap-sikap itu diantaranya sikap pantang menyerah, spirit (semangat), jujur (sportif), hormat, menghargai, respect, dan lainnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 15 Maret 2017 21:25

Sportivitas Suporter Sepakbola

Pertandingan “silaturahmi” dan persahabatan antara Kalteng Putera FC VS Barito Putera FC…

Senin, 13 Maret 2017 23:05

Kebijakan, Rangkap Jabatan dan Jabatan Tambahan di Perguruan Tinggi

HEADLINE Kalteng Pos (8/3) menampilkan “2.877 Guru Kalteng Belum S1”. Isi dari khabar tersebut,…

Sabtu, 11 Maret 2017 17:29

CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat

SELAMA ini orientasi dari sebuah usaha adalah untuk mencari keuntungan semata (profit-oriented). Prinsip…

Sabtu, 25 Februari 2017 08:45

AHY dalam Konstelasi Politik

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tatkala diputuskan untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta, tentu banyak…

Sabtu, 11 Februari 2017 09:38

Pertanggungjawaban Pilihan Politik

HAK untuk memilih dan dipilih  merupakan hak asasi yang dijamin Konstitusi. Pengakuan ini memberi…

Selasa, 07 Februari 2017 07:20

Ruang Publik Dalam Mengatasi Distorsi Sosial Masyarakat

Masyarakat perkotaan pada khususnya akan merasakan bahkan akan memberikan apresiasi terhadap keberadaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .