MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 17 Februari 2017 16:55
Sadisnya Para Penjagal Menghabisi Orangutan di Kapuas

Orangutan Tumbang Diberondong 10 Tembakan, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmornmang SIK (tengah), memperlihatkan senapan angin tersangka di Mapolres setempat, Kamis (16/2). (SAS/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Cara kawanan penjagal orangutan di Kabupaten Kapuas terbilang sadis. Sebanyak 10 peluru bersarang pada tubuh hewan dilindungi ini. Setelah itu, orangutan dipenggal lalu mendapat ratusan irisan. Benar-benar sadis.

SASTRIONO dan GALIH, Kuala Kapuas

SEBANYAK tiga tersangka ditetapkan menjadi penjagal orangutan di Desa Tumbang Puroh, Kecamatan Kapuas Hulu. Trio pembantai  antara lain AY (30) yang menembak dan menggorok leher orangutan, dibantu EMS (30) dan FY di lokasi Perkebunan PT Susantri Permai pada 27 Januari lalu.

Orangutan ini terbilang kuat. Hewan langka itu baru tumbang usai mendapatkan 10 tembakan dari tersangka utama AY. Lalu pria ini menggorok leher orangutan.

Sementara EMS dan FY membantu membawa bangkai hewan berbulu ini ke kamp menggunakan zonder warna merah merek Yanmar. Mayat orangutan lalu dimutilasi menjadi 448 potongan lebih, dimasak lalu dimakan.

Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmorang SIK mengungkapkan, AY menembak kepala orangutan dengan membidik kedua mata primata dilindungi tersebut.

"Motifnya sementara diketahui hanya untuk dikonsumsi dagingnya. Mulanya AY mendapatkan informasi dari mandor kebun ada muncul  orangutan di wilayah kebun milik PT Susantri. Lalu AY mendatangi tempat munculnya hewan itu dengan membawa senapan angin dan golok," jelas Kapolres saat menggelar jumpa pers di mapolres setempat, Kamis (16/2).

Sebanyak 10 kali tembakan tidak membuat orangutan mati. Dia malah berguling-guling di tanah, sampai akhirnya AY yang berbekal pisau ukuran sedang menghunusnya dan menggorok leher binatang yang terancam punah itu.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .