MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 05 November 2016 20:28
Tukinem, si Penjual Jamu Gendong Keliling (1)
Jalan Kaki Jualan Dua Kali Sehari, Kumpulkan Rp200 Ribu
RAMAH: Tukinem si penjual jamu gendong dengan senyum khasnya melayani pembeli. (ENDRA/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Profesi sebagai penjual jamu gendong memang dianggap tak menjanjikan. Namun, tidak demikian bagi Tukinem, ibu dengan 10 anak yang sudah 30 tahun jual jamu gendong keliling. Dari hasil jualan jamu ini ia mampu menghidupi anak dan keluarganya dan mampu mengantarkan anak-anaknya ke gerbang pendidikan sekolah menengah atas.

ENDRAWATI, Palangka Raya

PAGI itu, jam masih menunjukan sekitar pukul 06.00 Wib, cuaca begitu cerah. Tukinem sudah bersiap untuk melakukan aktivitasnya berjualan jamu. Wanita kelahiran Sukoharjo, 12 September 1965 ini masih terlihat muda di usianya yang beranjak kepala lima.

Jika kebanyakan para penjual jamu tradisional menggunakan sepeda pancal dan kendaraan roda dua, tidak demikian bagi isteri Mardi (64).Tukinem mengaku tidak bisa menggunakan sepeda pancal atau motor karena takut.

Ketika ditemui di sebuah warung makanan, Tukinem sedang asyik melayani pelanggan jamunya. Dengan ramah dan senantiasa tersenyum, Tukinem bersedia diajak ngobrol sembari melayani para pembeli yang mayoritas ibu–ibu.

Tukinem menceritakan, ia berjualan jamu sudah cukup lama. Ilmu membuat jamu ia peroleh ketika ia ikut saudaranya yang berjualan jamu. Dituturkannya ia menikah umur 17 tahun. Setelah menikah hingga mempunyai anak ia berjualan jamu.

“Sebetulnya anak saya 10, namun meninggal 3 jadi sekarang tinggal 7 orang. Semua sudah mandiri dan anak saya yang paling kecil sudah sekolah SMA,” urai Tukinem, sembari menyodorkan gelas jamu ke pembeli, Kamis (3/11).

Selain jamu, Tukinem juga menjual jajanan lainnya yang bisa ia bawa dalam gendongannya. Biasanya ia juga menjual pentol bakso, kacang, kerupuk dan cemilan lainnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 07:04
Pihak Sekolah Merasa Dilecehkan karena Kelasnya Dilempari Kotoran Manusia

Guru Mogok Mengajar dan Memasang Spanduk Unik

Info untuk siswa dan wali murid, orang yang anaknya tidak mau ditegur/dididik oleh guru SDN 2 Kubu,…

Sabtu, 24 Februari 2018 04:54
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (2)

Mantan Pelaut Handal, Pernah Menjelajah Hingga Malaysia

Sambil mengayuh kursi roda, kakek Syahrani menyusuri jalananan di Pangkalan Bun. Kaki yang sudah tidak…

Jumat, 23 Februari 2018 09:48
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (1)

Sempat Lima Hari Tidak Makan dan Minum

Sebelum lumpuh, Syahrani berkeliling dengan sepeda tuanya menawarkan dagangan ke kampung-kampung. Puluhan…

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .