MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 20 Oktober 2016 16:41
Melihat Potret Kehidupan Pemulung di TPA KM 14 Tjilik Riwut (2/habis)
Kisah Fadil, Bocah di Gunung Sampah yang Ingin Jadi Dokter untuk Membahagiakan Orangtua
Si kecil Fadli bermain di sekitar tumpukan sampah yang menyerupai gunung di TPA Km 14 Jalan Tjilik Riwut, (11/10). (FATHAN /KALTENG POS )

PROKAL.CO, Aroma tak sedap yang muncul dari onggokan sampah begitu menyengat. Orang yang baru datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Km 14 Jalan Tjilik Riwut secara otomatis akan menutup mulut dan hidungnya. Tidak demikian dengan mereka yang sehari-harinya mencari rezeki di tempat tersebut.

FATHAN ASY’ARI, Palangka Raya

SAAT matahari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur, Danan (37) dan keluarga sudah berangkat mengais sampah. Pekerjaan ini dilakukan mereka untuk menyambung hidup.

Beban hidup pria yang tak lulus SD ini semakin berkurang, setelah dia dan istrinya Aida (42) tidak lagi menanggung hidup kedua anaknya Khafsah Arfianti dan Norma Susanti. Mereka sudah berkeluarga. Danan pun sekarang hanya menanggung kedua anaknya yang tersisa Harianto Aldi (15 tahun) yang saat ini sedang menempuh sekolah SMA dan si kecil Ahmad Rizky Fadilah yang baru berusia 2 tahun 6 bulan atau biasa dipanggil Fadil.

Penghasilan Danan dan Aida sehari jika dirupiahkan paling besar Rp100-300 ribu. Itupun tidak menentu, kadang ketika pengepul tidak memiliki uang untuk membayar mereka harus menunggu. Bahkan untuk listrik karena numpang dengan orang, mereka harus membayar Rp150 ribu per bulan. Ini untuk membayar satu buah lampu dan satu televisi.

“Untuk mendapatkan air bersih, kami harus membeli air galon isi ulang seharga Rp6000 per galon,” tutur Danan.

Danan dan istri memang pemulung baru di situ. Aida menuturkan, mereka baru empat bulan, setelah sebelumnya hidup bersama orangtua di Tanjung, Kalsel. Ketika orangtuanya meninggal ia harus bekerja sebagai penyadap karet, namun dirasa harga karet tak cukup untuk menghidupi keluarganya. Ia pun berpikir harus beralih ke daerah lain untuk mencari penghidupan dan bekerja.

Sayangnya di kota pun tidak ada pekerjaan yang menjamin untuk suaminya yang SD saja belum tamat, apalagi ia yang hanya lulusan SMP dan masih mengurus Fadil.  Ia tidak tega untuk meninggalkan Fadil kecil atau menitipkan kepada orang lain. 

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 07:04
Pihak Sekolah Merasa Dilecehkan karena Kelasnya Dilempari Kotoran Manusia

Guru Mogok Mengajar dan Memasang Spanduk Unik

Info untuk siswa dan wali murid, orang yang anaknya tidak mau ditegur/dididik oleh guru SDN 2 Kubu,…

Sabtu, 24 Februari 2018 04:54
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (2)

Mantan Pelaut Handal, Pernah Menjelajah Hingga Malaysia

Sambil mengayuh kursi roda, kakek Syahrani menyusuri jalananan di Pangkalan Bun. Kaki yang sudah tidak…

Jumat, 23 Februari 2018 09:48
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (1)

Sempat Lima Hari Tidak Makan dan Minum

Sebelum lumpuh, Syahrani berkeliling dengan sepeda tuanya menawarkan dagangan ke kampung-kampung. Puluhan…

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .