MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 20 Oktober 2016 16:41
Melihat Potret Kehidupan Pemulung di TPA KM 14 Tjilik Riwut (2/habis)
Kisah Fadil, Bocah di Gunung Sampah yang Ingin Jadi Dokter untuk Membahagiakan Orangtua
Si kecil Fadli bermain di sekitar tumpukan sampah yang menyerupai gunung di TPA Km 14 Jalan Tjilik Riwut, (11/10). (FATHAN /KALTENG POS )

PROKAL.CO, Aroma tak sedap yang muncul dari onggokan sampah begitu menyengat. Orang yang baru datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Km 14 Jalan Tjilik Riwut secara otomatis akan menutup mulut dan hidungnya. Tidak demikian dengan mereka yang sehari-harinya mencari rezeki di tempat tersebut.

FATHAN ASY’ARI, Palangka Raya

SAAT matahari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur, Danan (37) dan keluarga sudah berangkat mengais sampah. Pekerjaan ini dilakukan mereka untuk menyambung hidup.

Beban hidup pria yang tak lulus SD ini semakin berkurang, setelah dia dan istrinya Aida (42) tidak lagi menanggung hidup kedua anaknya Khafsah Arfianti dan Norma Susanti. Mereka sudah berkeluarga. Danan pun sekarang hanya menanggung kedua anaknya yang tersisa Harianto Aldi (15 tahun) yang saat ini sedang menempuh sekolah SMA dan si kecil Ahmad Rizky Fadilah yang baru berusia 2 tahun 6 bulan atau biasa dipanggil Fadil.

Penghasilan Danan dan Aida sehari jika dirupiahkan paling besar Rp100-300 ribu. Itupun tidak menentu, kadang ketika pengepul tidak memiliki uang untuk membayar mereka harus menunggu. Bahkan untuk listrik karena numpang dengan orang, mereka harus membayar Rp150 ribu per bulan. Ini untuk membayar satu buah lampu dan satu televisi.

“Untuk mendapatkan air bersih, kami harus membeli air galon isi ulang seharga Rp6000 per galon,” tutur Danan.

Danan dan istri memang pemulung baru di situ. Aida menuturkan, mereka baru empat bulan, setelah sebelumnya hidup bersama orangtua di Tanjung, Kalsel. Ketika orangtuanya meninggal ia harus bekerja sebagai penyadap karet, namun dirasa harga karet tak cukup untuk menghidupi keluarganya. Ia pun berpikir harus beralih ke daerah lain untuk mencari penghidupan dan bekerja.

Sayangnya di kota pun tidak ada pekerjaan yang menjamin untuk suaminya yang SD saja belum tamat, apalagi ia yang hanya lulusan SMP dan masih mengurus Fadil.  Ia tidak tega untuk meninggalkan Fadil kecil atau menitipkan kepada orang lain. 

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 06:51
Cara Dandim 1014/PBN Memperingati Hari Juang Kartika

Ajak Warga Bersihkan Fasilitas Desa, Nobar Film Perjuangan

Peringatan Hari Juang Kartika tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Kodim 1014 Pangkalan Bun, di Kabupaten…

Rabu, 13 Desember 2017 07:23
Mengikuti Patroli Srikandi Polwan Polres Kobar

Tunggangi Motor, Datangi Pusat Rawan Kriminalitas

Setelah dibina dan dididik selama sebulan penuh di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Tjilik Riwut Polda…

Kamis, 07 Desember 2017 06:27
Menengok Lokasi Wisata Batu Batungkat dan Negeri di Atas Awan

Tempat Pemujaan untuk Meraih Kesuksesan

Potensi wisata alam di Kabupaten Lamandau sebenarnya tak kalah indah dari daerah yang sudah sukses memajukan…

Rabu, 06 Desember 2017 06:00
Ketika Pemerintah Sudah Bosan dengan Pelanggaran Reklame

AWAS ! Pasang Sembarangan Diproses Hukum, Denda Rp50 Juta

Ketidakpatuhan masyarakat terhadap berbagai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah masih sering dijumpai…

Senin, 04 Desember 2017 06:27
Pasca Terjadinya Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kabupaten Katingan

6 Bangunan Rusak, Termasuk Rujab Bupati

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Sabtu (2/12) sore, menyebabkan fasilitas umum hingga…

Kamis, 30 November 2017 07:06
Melihat Terobosan Pemerintah Mempercepat Pengurusan Tanah

Program PTSL Berikan Jaminan atas Kepemilikan Lahan

Satu lagi program dari pemerintah dalam pengurusan kepemilikan lahan atau tanah. Program baru ini sangat…

Rabu, 29 November 2017 06:32
Pengakuan Duriyanto, Pencuri Sawit di Kebun Perusahaan

Beraksi dalam Kondisi Mabuk, Termakan Bujuk Rayu Temannya

Penyesalan mendalam dirasakan oleh Muhammad Duriyanto alias Duri (27), pria ini “Terjebak”…

Senin, 27 November 2017 06:02
Ketika Aksi Pencurian Helm di Tempat Hiburan Marak

Jukir Tak Bertanggung Jawab, Lokasi Parkiran tanpa CCTV

Kasus pencurian helm di Pangkalan Bun kembali meresahkan, meskipun ada juru parkir (Jukir) yang menata…

Jumat, 24 November 2017 22:39
Melihat Hasil Operasi Zebra Telabang 2017

Jaring 900 Pelanggar, Hasilkan Rp82 Juta

Operasi Zebra Telabang 2017 yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Kotawaringin Timur (Kotim) telah…

Rabu, 22 November 2017 09:03
Melihat Pelayanan di Kantor Satpas Polres Lamandau

Sarana Lebih Komplit, Miliki Lapangan Uji Standar

Polres Lamandau kini memiliki Kantor pelayanan Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .