MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 20 Oktober 2016 16:41
Melihat Potret Kehidupan Pemulung di TPA KM 14 Tjilik Riwut (2/habis)
Kisah Fadil, Bocah di Gunung Sampah yang Ingin Jadi Dokter untuk Membahagiakan Orangtua
Si kecil Fadli bermain di sekitar tumpukan sampah yang menyerupai gunung di TPA Km 14 Jalan Tjilik Riwut, (11/10). (FATHAN /KALTENG POS )

PROKAL.CO, Aroma tak sedap yang muncul dari onggokan sampah begitu menyengat. Orang yang baru datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Km 14 Jalan Tjilik Riwut secara otomatis akan menutup mulut dan hidungnya. Tidak demikian dengan mereka yang sehari-harinya mencari rezeki di tempat tersebut.

FATHAN ASY’ARI, Palangka Raya

SAAT matahari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur, Danan (37) dan keluarga sudah berangkat mengais sampah. Pekerjaan ini dilakukan mereka untuk menyambung hidup.

Beban hidup pria yang tak lulus SD ini semakin berkurang, setelah dia dan istrinya Aida (42) tidak lagi menanggung hidup kedua anaknya Khafsah Arfianti dan Norma Susanti. Mereka sudah berkeluarga. Danan pun sekarang hanya menanggung kedua anaknya yang tersisa Harianto Aldi (15 tahun) yang saat ini sedang menempuh sekolah SMA dan si kecil Ahmad Rizky Fadilah yang baru berusia 2 tahun 6 bulan atau biasa dipanggil Fadil.

Penghasilan Danan dan Aida sehari jika dirupiahkan paling besar Rp100-300 ribu. Itupun tidak menentu, kadang ketika pengepul tidak memiliki uang untuk membayar mereka harus menunggu. Bahkan untuk listrik karena numpang dengan orang, mereka harus membayar Rp150 ribu per bulan. Ini untuk membayar satu buah lampu dan satu televisi.

“Untuk mendapatkan air bersih, kami harus membeli air galon isi ulang seharga Rp6000 per galon,” tutur Danan.

Danan dan istri memang pemulung baru di situ. Aida menuturkan, mereka baru empat bulan, setelah sebelumnya hidup bersama orangtua di Tanjung, Kalsel. Ketika orangtuanya meninggal ia harus bekerja sebagai penyadap karet, namun dirasa harga karet tak cukup untuk menghidupi keluarganya. Ia pun berpikir harus beralih ke daerah lain untuk mencari penghidupan dan bekerja.

Sayangnya di kota pun tidak ada pekerjaan yang menjamin untuk suaminya yang SD saja belum tamat, apalagi ia yang hanya lulusan SMP dan masih mengurus Fadil.  Ia tidak tega untuk meninggalkan Fadil kecil atau menitipkan kepada orang lain. 

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .