MANAGED BY:
SELASA
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 20 Oktober 2016 16:41
Melihat Potret Kehidupan Pemulung di TPA KM 14 Tjilik Riwut (2/habis)
Kisah Fadil, Bocah di Gunung Sampah yang Ingin Jadi Dokter untuk Membahagiakan Orangtua
Si kecil Fadli bermain di sekitar tumpukan sampah yang menyerupai gunung di TPA Km 14 Jalan Tjilik Riwut, (11/10). (FATHAN /KALTENG POS )

PROKAL.CO, Aroma tak sedap yang muncul dari onggokan sampah begitu menyengat. Orang yang baru datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Km 14 Jalan Tjilik Riwut secara otomatis akan menutup mulut dan hidungnya. Tidak demikian dengan mereka yang sehari-harinya mencari rezeki di tempat tersebut.

FATHAN ASY’ARI, Palangka Raya

SAAT matahari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur, Danan (37) dan keluarga sudah berangkat mengais sampah. Pekerjaan ini dilakukan mereka untuk menyambung hidup.

Beban hidup pria yang tak lulus SD ini semakin berkurang, setelah dia dan istrinya Aida (42) tidak lagi menanggung hidup kedua anaknya Khafsah Arfianti dan Norma Susanti. Mereka sudah berkeluarga. Danan pun sekarang hanya menanggung kedua anaknya yang tersisa Harianto Aldi (15 tahun) yang saat ini sedang menempuh sekolah SMA dan si kecil Ahmad Rizky Fadilah yang baru berusia 2 tahun 6 bulan atau biasa dipanggil Fadil.

Penghasilan Danan dan Aida sehari jika dirupiahkan paling besar Rp100-300 ribu. Itupun tidak menentu, kadang ketika pengepul tidak memiliki uang untuk membayar mereka harus menunggu. Bahkan untuk listrik karena numpang dengan orang, mereka harus membayar Rp150 ribu per bulan. Ini untuk membayar satu buah lampu dan satu televisi.

“Untuk mendapatkan air bersih, kami harus membeli air galon isi ulang seharga Rp6000 per galon,” tutur Danan.

Danan dan istri memang pemulung baru di situ. Aida menuturkan, mereka baru empat bulan, setelah sebelumnya hidup bersama orangtua di Tanjung, Kalsel. Ketika orangtuanya meninggal ia harus bekerja sebagai penyadap karet, namun dirasa harga karet tak cukup untuk menghidupi keluarganya. Ia pun berpikir harus beralih ke daerah lain untuk mencari penghidupan dan bekerja.

Sayangnya di kota pun tidak ada pekerjaan yang menjamin untuk suaminya yang SD saja belum tamat, apalagi ia yang hanya lulusan SMP dan masih mengurus Fadil.  Ia tidak tega untuk meninggalkan Fadil kecil atau menitipkan kepada orang lain. 

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 05 Oktober 2017 06:41
Cara Kodim 1015 Sampit Memperingati Hari Jadi

Dandim Kunjungi Bocah Lumpuh dan Berikan Santunan

Berbagai kegiatan sosial dilaksanakan Kodim 1015 Sampit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72,…

Sabtu, 23 September 2017 07:48
Kesan Armada Band Manggung Pertama di Lamandau

Lantunkan 10 Lagu, Takjub Lihat Antusias Penonton

Kehadiran grup band Armada di Bumi Bahaum Bakuba Kabupaten Lamandau dalam memeriahkan Pesta Paduan Suara…

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .